Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti sejumlah wilayah di Provinsi Jambi. Pemerintah daerah di 11 kabupaten/kota diminta memperkuat pencegahan agar kebakaran tidak terus meluas.
Gubernur Jambi Al Haris mengatakan penanganan karhutla tidak cukup hanya dilakukan ketika api sudah membesar. Pemerintah kabupaten dan kota diminta memperkuat deteksi dini, patroli, hingga pemadaman cepat ketika ditemukan titik api.
"Saya minta pemerintah daerah fokus pada pencegahan. Begitu ada titik api, segera ditangani, jangan sampai membesar dan meluas. Kita harus bergerak cepat bersama-sama," kata Al Haris, Senin (21/9/2026).
Al Haris sebelumnya juga menegaskan pola penanganan karhutla harus dilakukan sejak api pertama ditemukan.
"Begitu ada kebakaran, langsung kita kejar titik api di mana, langsung ada pemadaman dengan tim Satgas di daerah, lalu diikuti lagi dengan water bombing yang telah disiapkan BNPB," ujar Al Haris.
Al Haris juga menyebut bahwa dampak karhutla ini tentunya seluruh kabupaten dan kota di Jambi telah terdampak kabut asap. Bahkan udara di seluruh daerah itu kategori level yang berbeda mulai dari tidak sehat, sangat tidak sehat dan bahkan sempat pernah dalam level berbahaya terutama di Kabupaten Muaro Jambi.
"Kalau untuk yang terdampak kabut asap saya rasa semuanya pasti terdampak lah ya. Jadi ini tentu menjadi perhatian kita juga agar seluruhnya bergerak dalam upaya penanganan dan pencegahan karhutla, dan semua kepala daerahnya saya rasa sudah sangat siaga dalam penangannya, tapi tentu asap pasti terdampak walaupun ada di daerah tersebut tidak terjadi kebakaran, dan ada juga yang sudah padam juga pendinginan," sebut Al Haris.
Sementara itu, dari data Satgas karhutla saat ini, ada sebanyak 3.416,21 hektare luasan lahan yang terbakar sejak Januari hingga 19 September 2026. Luas karhutla tercatat 3.416,21 hektare dengan akumulasi 9.536 titik panas.
Data Satgas ini juga mencatat luasan terbesar berada di Kabupaten Batang Hari, 1.175,59 hektare lalu Muaro Jambi, 556,61 hektare, Sarolangun 508,55 hektare, Tanjung Jabung Barat 493,75 hektare, Tebo 315,71 hektare dan Tanjung Jabung Timur 271,70 hektare.
Hanya saja data itu berbeda jauh, dari data Walhi, menurut data Walhi luasan karhutla Jambi berdasarkan catatan periode 1 Januari-18 September 2026 luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 22.364 hektare di 11 kabupaten/kota.
Cangkupan karhutla di Jambi itu terjadi di semua daerah, seperti Kabupaten Sarolangun luasan lahan terbakar mencapai 6.178 hektare, lalu Kabupaten Tebo 5.043 hektare kemudian Kabupaten Batang Hari capai 4.721 hektare serta Kabupaten Tanjung Jabung Timur 1.762 hektare, Kabupaten Tanjung Jabung Barat 1.730 hektare dan Kabupaten Muaro Jambi 1.504 hektare, selanjutnya Kabupaten Bungo 930 hektare serta Kabupaten Merangin 477 hektare hingga Kabupaten Kerinci 18 hektare, terakhir Kota Sungai Penuh, 1 hektare, sementara Kota Jambi nol hektare.
Saat ini, data dari udara, masih terlihat api aktif yang merayap di lahan gambut kawasan Taman Nasional Berbak Sembilang dan wilayah Ladang Peris, Sadu.
Al Haris menyebut, dua wilayah ini berdekatan dan dia melihat memang masih ada api disana yang sedang merayap karena merupakan lahan gambut.
"Ya api itu merayap terus kelihatan api masih ada cukup luas," kata Al Haris.
Menurut Al Haris, kondisi gambut membuat pemadaman dari darat tidak mudah. Karena itu, operasi udara menjadi salah satu opsi untuk menjangkau titik api yang sulit diakses.
Pemprov Jambi juga mengarahkan water bombing di kawasan Labuan Pering, Kecamatan Sadu, untuk mencegah api bergerak menuju kebun masyarakat.
"Sekarang ini untuk pemadaman karhutla di sana kita sudah kerahkan dari jalur udara waterbombing karena lewat jalur darat tidak memungkinkan lantaran merupakan kawasan hutan," sebutnya
Al Haris juga menegaskan penanganan karhutla harus dilakukan bersama, mulai dari pemerintah daerah, Satgas, TNI-Polri hingga masyarakat.
"Sekarang ini kita harus bersama dalam penanganan karhutla, dan tugas kita juga adalah mengawal sampai tuntas pendinginannya," tutup Al Haris.
Simak Video "Video: 64 Pesawat Perkuat Operasi Pemadaman Karhutla"
(dai/dai)