Wali Kota Palembang Ratu Dewa membentuk tim khusus untuk mengantisipasi banjir dan genangan saat musim penghujan. Tim dari Dinas PUPR Palembang itu akan disiagakan di sejumlah titik yang selama ini rawan tergenang.
Ratu Dewa mengatakan tim tersebut akan bersiaga setiap hari saat musim hujan nanti, ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Petugas nantinya dapat langsung melakukan penyedotan menggunakan pompa untuk mempercepat penanganan genangan.
"Kita Pemerintah Kota Palembang sudah menyiapkan tim khusus dari Dinas PUPR untuk mengatasi banjir saat musim penghujan. Tim tersebut akan berjaga di beberapa titik rawan banjir," kata Ratu Dewa kepada wartawan, Senin (21/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, selain Dinas PUPR, Pemkot Palembang juga melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Hal itu dilakukan untuk mencegah genangan air mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya di ruas jalan utama.
"Kami juga melibatkan beberapa dinas terkait agar saat terjadinya hujan tidak ada genangan air di jalanan raya dan tidak menimbulkan kemacetan," ujarnya.
Ratu Dewa sebelumnya telah meninjau sejumlah lokasi yang menjadi titik rawan banjir. Pemkot Palembang kini memfokuskan penanganan melalui pemetaan serta pemeriksaan ulang atau check and recheck terhadap lokasi-lokasi tersebut.
"Kita fokus konsentrasi dulu pada 12 titik genangan air yang ada di jalan-jalan protokol, walaupun di samping itu ada 28 titik lainnya. Saya ingin memetakan betul penanganan jangka pendek, menengah, dan panjangnya seperti apa," jelasnya.
Sejumlah ruas jalan protokol yang menjadi perhatian Pemkot Palembang di antaranya kawasan Jalan Angkatan 45, depan Damri, Jalan A Rivai, depan Khadijah, depan DA, Asrama Haji, Kembang Iwak, SMK 2, Jalan Mayor Salim Batubara hingga kawasan Dharma Agung.
Dewa menyebut terdapat sejumlah kendala teknis yang ditemukan di lapangan. Di antaranya kondisi jalan nasional yang mengalami amblas, cross drain yang terputus, hingga penyempitan saluran drainase.
Untuk penanganan jangka pendek, Pemkot Palembang akan menyiagakan pompa portabel di sejumlah titik krusial. Pemkot juga akan berkoordinasi dengan Balai Sungai dan Balai Jalan Nasional untuk menangani persoalan yang berada di luar kewenangan pemerintah kota.
Selain persoalan infrastruktur, Ratu Dewa menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga saluran air. Menurutnya, persoalan sampah di saluran drainase tidak bisa hanya dibebankan kepada petugas Dinas PUPR.
"Masalah sampah ini tidak bisa hanya mengandalkan petugas PU saja. Saya minta camat dan lurah menggerakkan warga, gotong royong harus digalakkan agar saluran di 114 anak sungai bisa kita atasi bersama," tegasnya.
