Misteri hilangnya kakak-adik, RN (18) dan AY (13), warga Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, sejak 2021 terungkap usai kerangka keduanya ditemukan di sebuah rumah kosong. Penemuan tersebut bermula dari seorang warga bernama Rohani (56), yang sedang mencari kayu gelam.
Rohani sehari-hari bekerja serabutan. Saat musim panen, dia bekerja di perkebunan sawit. Selain itu, dia terkadang mencari kayu gelam yang banyak tumbuh di wilayah tersebut.
"Saya kerja serabutan. Kalau musim panen banyak di kebun sawit, sambilannya juga kadang mencari kayu gelam untuk dijual karena di daerah ini banyak ditumbuhi kayu-kayu gelam," ujarnya, Rabu (9/9/2026).
Dia mengungkapkan awal mula menemukan kerangka kedua korban pada Minggu (6/9) pagi. Rohani saat itu tengah mencari kayu gelam di sekitar lokasi yang ternyata berada tidak jauh dari sebuah rumah kosong. Saat melintas, perhatiannya tertuju pada sebuah benda yang berada di dalam parit.
Rohani kemudian melihat kerangka motor yang sebagian tertutup lumpur dan rerumputan. Kondisi parit yang kering dan bekas terbakar membuat motor itu terlihat jelas.
"Saya melihat ada yang aneh, terlihat ada motor di sekitar lokasi itu, kemudian saya mendekat," katanya.
Rohani awalnya tidak mengetahui motor tersebut berkaitan dengan kasus hilangnya RN dan AY. Dia kemudian teringat bahwa warga setempat pernah ikut mencari kedua korban yang dilaporkan hilang pada 2021.
"Saya kemudian menghubungi Ketua RT setempat, Heri Fauzi (56), agar datang ke lokasi itu," ujarnya.
"Saya ingat saat korban hilang, warga di sekitar turut membantu mencari. Jadi memang sudah tahu kalau ada kasus orang hilang, kakak-adik. Makanya saat menemukan kerangka motor itu saya panggil Pak RT untuk memastikan lagi," sambungnya.
Setelah RT datang, keduanya menduga motor tersebut berkaitan dengan kendaraan milik korban. Mereka kemudian memeriksa area di sekitar lokasi, termasuk sebuah rumah kosong yang berjarak sekitar 10 meter dari parit.
Saat masuk ke salah satu kamar di bagian depan rumah, Rohani mengaku terkejut. Dia melihat kerangka manusia beserta sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan korban.
"Saya kaget, saat masuk ke kamar depan rumah itu, melihat ada kerangka manusia, seragam sekolah, tas, dan sepatu," katanya.
Keduanya kemudian memeriksa kamar lain yang pintunya dalam kondisi tertutup. Setelah pintu dibuka secara paksa, mereka kembali menemukan bagian kerangka manusia di dalam ruangan tersebut.
Mendapati temuan itu, Rohani dan Heri kemudian menghubungi pihak kelurahan. Laporan tersebut selanjutnya diteruskan kepada polisi. Tak lama, pihak kelurahan bersama keluarga korban datang ke lokasi untuk memastikan identitas kerangka yang ditemukan.
"Dari pemeriksaan awal keluarga, kerangka tersebut diyakini merupakan RN dan AY yang sebelumnya dilaporkan hilang sejak 2021. Lalu, pihak polisi datang," ungkapnya.
Simak Video "Video Situasi Karhutla Terkini: Titik Api di Kalimantan Naik, Sumatera Turun"
(rep/rep)