Gangguan penerbangan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) Palembang akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau terus meluas. Hingga pembaruan operasional pukul 10.25 WIB, Minggu (6/9/2026), tercatat 18 penerbangan terdampak dan berstatus dibatalkan.
Data terbaru Bandara SMB II, tercatat pembatalan terjadi pada penerbangan keberangkatan maupun kedatangan. Kondisi ini berkaitan dengan dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang mengganggu operasional penerbangan, terutama pada rute yang terhubung dengan Jakarta.
Sebelumnya, sebanyak 13 penerbangan di Bandara SMB II terdampak, terdiri atas dua penerbangan mengalami keterlambatan dan 11 penerbangan dibatalkan.
Dua penerbangan yang sempat mengalami keterlambatan yakni Lion Air JT246 rute Palembang-Jakarta dan Super Air Jet IU302 rute Palembang-Jakarta. Lion Air JT246 yang dijadwalkan berangkat pukul 06.00 WIB baru lepas landas pukul 06.26 WIB, sedangkan Super Air Jet IU302 dengan jadwal keberangkatan pukul 06.20 WIB baru lepas landas pukul 06.42 WIB.
Sementara berdasarkan pembaruan terbaru pukul 10.25 WIB, daftar penerbangan yang dibatalkan bertambah menjadi 18 penerbangan.
Berikut daftar penerbangan terdampak:
Keberangkatan dari Palembang
- Super Air Jet IU921 rute Palembang-Jakarta, jadwal 06.00 WIB.
- Super Air Jet IU7296 rute Palembang-Pekanbaru, jadwal 07.00 WIB.
- Pelita Air IP311 rute Palembang-Jakarta, jadwal 08.45 WIB.
- Indonesia AirAsia ID7054 rute Palembang-Halim Perdanakusuma, jadwal 09.00 WIB.
- Garuda Indonesia GA107 rute Palembang-Jakarta, jadwal 09.30 WIB.
- Citilink QG987 rute Palembang-Jakarta, jadwal 09.30 WIB.
- Super Air Jet IU923 rute Palembang-Jakarta, jadwal 10.20 WIB.
- Citilink QG985 rute Palembang-Jakarta, jadwal 11.35 WIB.
- Garuda Indonesia GA109 rute Palembang-Jakarta, jadwal 12.20 WIB.
- Pelita Air IP313 rute Palembang-Jakarta, jadwal 15.00 WIB.
- Garuda Indonesia GA113 rute Palembang-Jakarta, jadwal 15.45 WIB.
Kedatangan menuju Palembang
- Garuda Indonesia GA102 rute Jakarta-Palembang, jadwal tiba 07.45 WIB.
- Pelita Air IP310 rute Jakarta-Palembang, jadwal tiba 08.00 WIB.
- Super Air Jet IU922 rute Jakarta-Palembang, jadwal tiba 09.40 WIB.
- Citilink QG984 rute Jakarta-Palembang, jadwal tiba 09.55 WIB.
- Garuda Indonesia GA104 rute Jakarta-Palembang, jadwal tiba 11.35 WIB.
- Pelita Air IP312 rute Jakarta-Palembang, jadwal tiba 14.15 WIB.
- Garuda Indonesia GA108 rute Jakarta-Palembang, jadwal tiba 15.00 WIB.
Dengan demikian, dibandingkan data pukul 09.35 WIB, terdapat tambahan pembatalan pada sejumlah penerbangan yang jadwal keberangkatannya berada setelah pukul 10.00 WIB serta penerbangan kedatangan berikutnya.
Gangguan tersebut terjadi di tengah dampak erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Sebaran abu vulkanik terdeteksi meluas ke sejumlah wilayah.
BMKG pada Minggu pagi mengidentifikasi dua klaster sebaran abu vulkanik yang mencakup wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat hingga Bengkulu.
Dampak paling signifikan terjadi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK). Kementerian Perhubungan sebelumnya memperpanjang penutupan operasional bandara tersebut hingga pukul 09.30 WIB setelah hasil pemeriksaan menunjukkan adanya indikasi sebaran abu vulkanik di area bandara.
Pada periode penutupan tersebut, sebanyak 209 pergerakan penerbangan terdampak dengan sekitar 22.798 penumpang.
Dalam pembaruan operasional Bandara SMB II pukul 10.25 WIB, disebutkan pula bahwa Bandara Soekarno-Hatta (CGK), Halim Perdanakusuma (HLP), dan Radin Inten II Lampung (TKG) terdampak dan dilakukan close flight sampai dengan terbitnya NOTAM selanjutnya.
Kondisi tersebut membuat dampak terhadap penerbangan dari dan menuju Palembang masih berpotensi berubah. Pihak Bandara SMB II terus memantau perkembangan cuaca, jarak pandang, serta pergerakan sebaran abu vulkanik.
Calon penumpang diimbau memantau informasi terbaru dari maskapai masing-masing sebelum menuju bandara, mengingat perubahan status penerbangan masih dapat terjadi mengikuti kondisi ruang udara dan penerbitan NOTAM terbaru.
Simak Video "Kemendagri Beri Apresiasi Pemerintah Daerah Wilayah Sumatera"
(dai/dai)