Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali mengalami aktivitas erupsi. Hingga kini erupsi masih terus terjadi.
Aktivis erupsi terjadi sejak Jumat (4/9/2026) dengan disertai semburan abu vulkanik mulai dari 300 hingga 400 meter di atas puncak gunung.
Dalam potongan video yang beredar di media sosiologi, erupsi Gunung Anak Krakatau diabadikan oleh seorang nelayan. Nelayan tersebut bahkan menyiarkan fenomena tersebut secara live di akun TikTok pribadinya.
"Anak Krakatau erupsi malam ini, ini asli ya bukan AI. Ini jam 23.30 WIB," katanya.
Petugas Pos Pantau Gunung Anak Krakatau Lampung Selatan, Andi Suwardi membenarkan aktivitas erupsi tersebut. Ia mengatakan hingga pagi ini erupsi masih terjadi.
"Benar, erupsi terjadi sejak kemarin. Untuk tadi malam memang kolom abu vulkanik tidak teramati secara jelas," tuturnya, Sabtu (5/9/2026).
Meski begitu, Andi memperkirakan semburan abu vulkanik tidak jauh berbeda pada pengamatan sebelumnya.
"Perkiraan yang tadi malam itu sama, sekitar 300 sampai 400 meter di atas puncak," katanya.
Terkait status Anak Krakatau, Andi menyampaikan masih berstatus level III Siaga.
"Masih sama, masih level III," jelasnya.
Dia mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati Anak Krakatau dengan radius 3 kilometer.
"Sesuai dengan larangan pemerintah, jangan mendekati dengan radius 3 kilometer," tandasnya.
Simak Video "Video Desa Boru NTT Diserbu Kerikil Usai Lewotobi Laki-laki Meletus"
(dai/dai)