Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Pulau Geronggang, Kecamatan Pedamaran Timur, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, berhasil dipadamkan. Lahan di wilayah itu terbakar selama 2 hari.
"Status api padam usai terbakar selama 2 hari. Luas lahan yang terbakar mencapai 2 hektare," ujar Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto, Kamis (9/7/2026).
Dia menyebut, pemadaman lanjutan di wilayah itu dilakukan oleh personel dari Manggala Agni Daops Sumatera XVII/OKI bersama BPBD OKI. Pemadaman dilakukan dengan menyisir bara api yang tersebar di beberapa titik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tim tadi melakukan moping up dan melakukan penyisiran sisa-sisa bara api. Vegetasi yang terbakar berupa semak belukar, belidang, tegakan gelam, purun, dan sawit," katanya.
"Pada saat terbakar, kondisi angin menuju arah barat dan sumber air untuk penanggulangan berupa kanal," sambungnya .
Lahan yang terbakar di wilayah itu bukan milik perusahaan, melainkan punya masyarakat. Untuk penyebab karhutla, pihaknya belum mengetahui.
"Kebakaran terjadi di lahan masyarakat dengan jenis tanah gambut. Kebakaran terjadi di lahan permukaan," tukasnya.
Sebelumnya diberitakan, lahan seluas 2 hektare di OKI, terbakar pada Rabu (8/7/2026). Personel Manggala Agni dan pihak terkait lainnya turun melakukan pemadaman.
"Luas yang dipadamkan baru sekitar 0,5 hektare. Selain menerjunkan personel Manggala Agni dan dibantu masyarakat, upaya pemadaman juga dilakukan oleh helikopter water bombing. Status api belum padam, dibutuhkan pemadaman lanjutan," ujarnya, Rabu (8/7/2026).
Pemadaman tak dilanjutkan pada saat kondisi gelap atau malam hari. Hal itu membahayakan personel yang bertugas.
"Pemadaman malam tidak kami sarankan untuk wilayah OKI. Keselamatan anggota pastinya yang paling penting. Besok akan dilanjutkan mopping up, tadi masih ada potensi asap kecil namun sudah Magrib, jadi kami tarik pasukan dulu," jelasnya.
