Lampung

Anak Krakatau Erupsi Lagi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 257 Meter

Tommy Saputra - detikSumbagsel
Selasa, 07 Jul 2026 11:59 WIB
Foto: Gunung Anak Krakatau erupsi kembali pagi ini (Dok. Istimewa)
Lampung -

Gunung Anak Krakatau (GAK) di Perairan Selat Sunda kembali mengalami erupsi pada Selasa (7/7/2026) pagi. Erupsi tersebut memuntahkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 100 meter dari atas puncak.

Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau Lampung Selatan, erupsi terjadi pada pukul 08.21 WIB. Kolom abu berwarna kelabu teramati keluar dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah barat laut.

Secara keseluruhan, tinggi kolom erupsi mencapai sekitar 257 meter di atas permukaan laut. Aktivitas letusan juga terekam pada alat seismograf dengan amplitudo maksimum 11 milimeter dan berlangsung selama kurang lebih 15 detik.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, Andi Suwardi, mengatakan aktivitas vulkanik gunung api tersebut masih berlangsung secara fluktuatif. Meski erupsi masih terjadi, hingga kini belum ada perubahan status aktivitas gunung.

"Erupsi masih terjadi dengan karakter yang fluktuatif. Sampai saat ini status Gunung Anak Krakatau masih tetap berada pada Level III atau Siaga," kata Andi, Selasa (7/7/2026).

Menurutnya, petugas terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau, baik melalui pengamatan visual maupun menggunakan peralatan pemantauan kegempaan. Seluruh hasil pengamatan tersebut menjadi bahan evaluasi Badan Geologi untuk menentukan perkembangan aktivitas vulkanik gunung.

"Setiap aktivitas yang terjadi kami pantau secara visual maupun melalui instrumen pemantauan. Data tersebut kemudian dilaporkan secara berkala sebagai dasar evaluasi kondisi Gunung Anak Krakatau," ujarnya.

Andi menegaskan rekomendasi bagi masyarakat masih tetap berlaku selama status Gunung Anak Krakatau berada pada Level III (Siaga). Masyarakat diminta tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

"Kami mengimbau masyarakat, nelayan, wisatawan, maupun pendaki agar tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif. Keselamatan harus menjadi prioritas hingga ada perubahan rekomendasi dari Badan Geologi," tegasnya.

Ia menambahkan, Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau terus melakukan pemantauan selama 24 jam untuk mengantisipasi perubahan aktivitas vulkanik. Masyarakat juga diminta hanya mengacu pada informasi resmi yang dikeluarkan Badan Geologi dan PVMBG serta tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial.



Simak Video "Video: Gunung Semeru Erupsi, Masyarakat Diminta Waspada"

(dai/dai)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork