Heboh Paus 12 Meter Terdampar dan Hantam Rumah Warga di Banyuasin

Sumatera Selatan

Heboh Paus 12 Meter Terdampar dan Hantam Rumah Warga di Banyuasin

Irawan - detikSumbagsel
Selasa, 30 Jun 2026 14:19 WIB
Paus yang terdampar di Sungsang, Banyuasin
Foto: Paus yang terdampar di Sungsang, Banyuasin (Dok. Istimewa)
Banyuasin -

Warga Lorong Yunan, Desa Sungsang IV, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, digegerkan dengan kemunculan seekor mamalia laut berukuran raksasa yang terdampar hingga menghantam tiang rumah warga dan tiang jalan umum.

Peristiwa itu terjadi pada Senin (29/6) sekitar pukul 21.00 WIB saat kondisi air pasang. Hewan yang diduga paus tersebut memiliki panjang sekitar 12 meter dengan berat diperkirakan mencapai 3 ton.

Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, saat air mulai surut pada Selasa (30/6) dini hari, paus itu ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Benar, telah ditemukan seekor paus yang terdampar di perairan Sungsang hingga menghantam tiang rumah warga dan tiang jalan umum. Saat air surut sekitar pukul 05.00 WIB, kondisinya sudah mati," katanya kepada wartawan, Selasa (30/6/2026).

Ia mengatakan pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan penanganan terhadap bangkai paus tersebut.

ADVERTISEMENT

"Saat ini kami berkoordinasi dengan pemerintah desa, dinas perikanan, dan instansi terkait untuk proses evakuasi agar dilakukan sesuai prosedur," ujarnya.

Sementara itu, Ketua RT Lorong Yunan, Ersan, mengatakan paus tersebut sempat menghantam tiang rumah milik warga bernama Harun sebelum akhirnya terdampar.

"Paus itu menghantam tiang rumah warga dan juga tiang jalan umum di Lorong Yunan. Setelah air surut, hewan itu sudah dalam kondisi mati," ungkapanya.

Menurutnya, warga telah bermusyawarah dan meminta izin kepada Dinas Perikanan Provinsi Sumatera Selatan terkait penanganan bangkai paus tersebut.

"Kami masih menunggu arahan dari dinas terkait. Warga berharap proses evakuasi bisa segera dilakukan sehingga tidak mengganggu aktivitas masyarakat," katanya.

Dugaan sementara, paus tersebut terbawa arus pasang hingga masuk ke kawasan permukiman yang berada di tepi perairan Sungsang. Kondisi pasang yang cukup tinggi diduga menjadi salah satu faktor penyebab mamalia laut itu terdampar.

Hingga berita ini ditulis, aparat kepolisian bersama pemerintah desa masih berkoordinasi dengan Dinas Perikanan Provinsi Sumatera Selatan untuk menentukan langkah evakuasi bangkai paus sesuai ketentuan yang berlaku.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads