Hotspot di Sumsel Sepanjang Juni 2026 Terdeteksi 515 Titik

Sumatera Selatan

Hotspot di Sumsel Sepanjang Juni 2026 Terdeteksi 515 Titik

Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Senin, 22 Jun 2026 07:30 WIB
Ilustrasi titik panas dari BMKG. (GEmini AI)
Foto: Ilustrasi titik panas dari BMKG. (Gemini AI)
Palembang -

Jumlah hotspot atau titik panas harian di Sumatera Selatan sepanjang Juni 2026 tidak mengalami lonjakan signifikan an baru tercatat ada 515 titik. Kondisi ini berbeda dibandingkan akhir Mei lalu, ketika jumlah hotspot sempat menembus ratusan titik dalam sehari.

"Hotspot harian pada Juni ini tidak mengalami lonjakan signifikan dibandingkan akhir Mei lalu. Hal itu karena beberapa daerah masih terjadi hujan, khususnya dalam beberapa hari terakhir ini," ujar Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman, Minggu (21/6/2026).

Dari data Sipongi, terpantau hotspot harian tertinggi pada bulan ini terjadi pada 4 Juni yang mencapai 57 titik dan 6 Juni 55 titik. Terendah pada 15 Juni lalu yang hanya terdeteksi 2 titik, dan 19 Juni 3 titik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sepanjang 1-20 Juni, hotspot yang terdeteksi sebanyak 515 titik. Meski begitu, kita tetap mewaspadai karena secara harian angkanya cukup besar," katanya.

Sedangkan jumlah hotspot tertinggi pada bulan lalu terjadi pada 31 Mei yang mencapai 166 titik dan 28 Mei 117 titik. Jumlah hotspot pada Mei 2026 menjadi yang tertinggi secara bulanan sejak 2015 dengan 708 titik.

ADVERTISEMENT

Sepanjang bulan ini, wilayah Muara Enim paling tinggi terpantau hotspot dengan 130 titik. Kemudian Lahat 80 titik, Musi Banyuasin 52 titik, OKI 47 titik, Muratara 38 titik, dan Mura 35 titik. Hanya Palembang yang nihil titik panas pada bulan ini.

Sudirman sebelumnya menyebut peningkatan hotspot pada Mei dipengaruhi berkurangnya curah hujan dan meningkatnya suhu udara seiring masuknya musim kemarau di sebagian besar wilayah Sumsel. Kondisi tersebut menyebabkan vegetasi menjadi lebih kering sehingga meningkatkan potensi munculnya titik panas.

Meski belum terjadi lonjakan signifikan selama Juni, BPBD Sumsel tetap mengimbau seluruh pemda dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla. Pengawasan darat maupun udara juga terus dilakukan guna memastikan setiap hotspot yang terdeteksi dapat segera diverifikasi dan ditangani sejak dini.

Sebelumnya, BMKG menyebut puncak kemarau 2026 akan terjadi pada Agustus-September. Puncak kemarau itu bergeser dari prediksi sebelumnya pada periode Juli-Agustus. BMKG menyebut fenomena El Nino di Sumsel baru terbentuk pada Juni ini.




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads