Kapolda Bangka Belitung (Babel) Irjen Viktor T Sihombing mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan darurat atau hotline 110 jika membutuhkan bantuan Polisi. Viktor memastikan jajarannya akan segera turun usia terima laporan tersebut.
"Kita di Polisi ada aplikasi layanan 110. Jadi siapapun masyarakat yang membutuhkan keberadaan dan bantuan dari Kepolisian tinggal tekan 110 melalui handphone," kata Irjen Viktor saat meresmikan program bedah rumah di Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Minggu.
Kepada warga Desa Baru Manggar, Viktor menjelaskan layanan 110 ini terintegrasi langsung dengan Polres/Polsek terdekat dari penghubung. Ia memastikan setiap laporan masyarakat akan segera ditindaklanjuti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Polres dan Polsek yang terdekat bisa langsung menerima laporan dari masyarakat. Jadi Kapolres harus sering-sering cek ini bagaimana ketika masyarakat butuh bantuan kita bisa cepat datang," tegasnya.
"Semuanya harus berproses, jika biasanya datang dalam 5 menit, mungkin bisa dikejar targetnya 4 menit datang sehingga masyarakat yang betul-betul membutuhkan bantuan, kita Polisi bisa hadir disana," sambungnya.
Kapolda menambahkan, bahwa layanan itu dihadirkan untuk meningkatkan pelayanan yang terbaik terhadap masyarakat. Pihaknya berharap layanan 110 tersebut dapat didukung semua masyarakat.
"Layanan 110 ini diadakan adalah bagaimana kita memberikan pelayaran yang terbaik kepada masyarakat. Tentunya itu semua bisa terwujud salah satunya masyarakat turut mendukung Polisi untuk melakukan itu," tambahnya.
Untuk diketahui, Kapolda Irjen Viktor datang ke Pulau Belitung untuk menghadiri sejumlah rangkaian menyambut hari bhayangkara ke-80. Satu diantaranya kegiatannya adalah bedah rumah warga yang kurang mampu.
Rumah warga yang bedah diantaranya ialah milik nenek berusia 82 bernama Anna. Ia tinggal seorang diri usai anaknya menikah. Lokasinya di Kelurahan Parit Kecamatan, Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung.
Kedua yakni rumah pasangan suami istri di Desa Air Madu, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur bernama Emerta dan Mentari. Rumah itu berukuran 3X3 yang telah dihuni bersama anak-anak selama 4 tahun.
(dai/dai)
