Karhutla di Muba dan PALI, Helikopter Lakukan 20 Kali Water Bombing

Sumatera Selatan

Karhutla di Muba dan PALI, Helikopter Lakukan 20 Kali Water Bombing

A Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Minggu, 14 Jun 2026 15:31 WIB
Karhutla yang terjadi di Muba dipadamkan dengan helikopter water bombing.
Foto: Karhutla yang terjadi di Muba dipadamkan dengan helikopter water bombing. (Dok. BPBD Sumsel)
Palembang -

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di dua wilayah di Sumatera Selatan, yakni Kecamatan Sungai Keruh, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), dan Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sabtu (13/6/2026). Total lahan yang terbakar mencapai 3,5 hektare.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan kebakaran di Sungai Keruh menghanguskan lahan seluas sekitar 2,5 hektare. Sementara di Talang Ubi, luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 1 hektare.

"Karhutla yang terpantau terjadi di Kecamatan Sungai Keruh, Kabupaten Muba, dengan luas lahan terbakar sekitar 2,5 hektare. Kemudian di Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, luas lahan yang terbakar sekitar 1 hektare," ujar Sudirman, Minggu (14/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, proses pemadaman dilakukan secara terpadu dengan melibatkan tim darat dan dukungan udara. Untuk mempercepat penanganan dan mencegah api meluas, helikopter water bombing diterjunkan ke lokasi kebakaran.

"Pemadaman dilakukan oleh tim gabungan. Selain upaya dari darat, juga dilakukan water bombing menggunakan helikopter sebanyak 20 kali penyiraman. Hingga akhir pemadaman, lahan yang terbakar dilaporkan sudah padam," katanya.

ADVERTISEMENT

Sudirman menjelaskan penggunaan helikopter diperlukan mengingat kondisi lahan yang terbakar cukup sulit dijangkau dan berpotensi meluas apabila tak segera ditangani. Terlebih saat ini sejumlah wilayah di Sumsel mulai memasuki periode cuaca kering.

"Langkah cepat dilakukan agar api tidak meluas ke area lain. Dukungan water bombing cukup membantu mempercepat proses pemadaman di lokasi yang sulit dijangkau petugas darat," ungkapnya.

Pihaknya bersama instansi terkait juga terus melakukan pemantauan terhadap wilayah-wilayah yang rawan karhutla. Masyarakat juga diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dapat memicu kebakaran yang lebih luas, terutama saat kondisi cuaca kering.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan. Saat ini potensi kebakaran cukup tinggi sehingga diperlukan kewaspadaan bersama untuk mencegah terjadinya karhutla," tukasnya.



(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads