Risiko Kematian Cukup Tinggi, Warga Sumsel Diminta Waspadai TBC

Sumatera Selatan

Risiko Kematian Cukup Tinggi, Warga Sumsel Diminta Waspadai TBC

Muhammad Alyuda Tri Utama - detikSumbagsel
Jumat, 12 Jun 2026 10:00 WIB
Ilustrasi TBC Paru
Foto: Ilustrasi TBC (Edi Wahyono)
Palembang -

Dinas Kesehatan mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Tuberkulosis (TBC) yang masih menjadi ancaman kesehatan karena berisiko menyebabkan kematian apabila tidak ditangani dengan baik.

Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Selatan, Trisnawarman menjelaskan TBC merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini bukan merupakan penyakit keturunan maupun disebabkan oleh virus, melainkan menyebar melalui kontak dengan penderita, terutama di lingkungan yang memiliki sirkulasi udara buruk dan ventilasi yang tidak memadai.

"Kalau memang tidak diobati, risiko kematiannya cukup tinggi. Namun yang paling penting adalah penderita harus diobati sampai sembuh, karena kalau tidak diobati dia akan menjadi sumber penularan dengan angka kesakitan dan kematian yang tinggi. Kalau satu orang terkena, keluarganya juga bisa tertular apabila tidak ditangani," ujarnya Kamis, (11/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, langkah utama dalam pencegahan penyebaran TBC adalah memastikan pasien yang terdiagnosis positif menjalani pengobatan hingga sembuh. Selain itu, anggota keluarga yang tinggal serumah dengan penderita juga harus menjalani pemeriksaan kesehatan.

"Pencegahannya yang jelas, siapa yang terkena kasus itu harus diobati sampai sembuh. Kemudian keluarga yang terkena itu harus dicek, diperiksa juga. Karena memang dia positif, kita obati. Kalau tidak, dia akan diberikan pencegahan, kasih obat untuk pencegahan," kata Trisnawarman.

ADVERTISEMENT

Trisnawarman menjelaskan bahwa TBC disebabkan oleh bakteri, bukan faktor keturunan. Penularannya dapat terjadi melalui udara, terutama pada lingkungan yang tertutup dan memiliki ventilasi yang kurang baik.

"Karena bakteri. Human TB itu mycobacterium tuberculosis namanya. Bukan keturunan, sifatnya menular. Kemudian lingkungan-lingkungan udara yang tidak ada ventilasi, dia mudah sekali menular," jelasnya.

Dia mengatakan bakteri penyebab TBC dapat bertahan cukup lama pada kondisi lingkungan tertentu sehingga masyarakat perlu memperhatikan kebersihan dan sirkulasi udara di dalam rumah.

"Human TB itu dia tahan lama. Di tempat udara terbuka dan suhu di bawah 100 derajat Celsius, dia bisa bertahan lama, bertahun-tahun," ungkapnya.

Karena itu, masyarakat diminta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai upaya pencegahan. Kebersihan lingkungan, penggunaan masker saat sakit, serta pemeriksaan terhadap anggota keluarga yang kontak erat dengan penderita menjadi langkah penting untuk memutus rantai penularan.

"Imbauannya kepada masyarakat, dia harus berperilaku hidup bersih dan sehat. Mulai dari kebersihan lingkungan rumah tangga, kebersihan diri, bila sakit pakai masker. Kemudian keluarga yang sakit harus diperiksa dan harus diberi pencegahan dengan pengobatan ataupun edukasi-edukasi," ungkap Trisnawarman.

Trisnawarman menegaskan, kepatuhan mengonsumsi obat juga menjadi faktor utama dalam keberhasilan pengobatan TBC. Pasien harus menjalani terapi sesuai anjuran tenaga kesehatan selama kurang lebih enam bulan.

"Kemudian juga kepatuhan makan obat. Yang terkena penyakit TB ini harus minum obat lebih kurang enam bulan," tegasnya.

Trisnawarman juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala batuk berkepanjangan. Warga yang mengalami batuk lebih dari dua minggu diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan untuk memastikan penyebabnya.

"Kepada keluarga, sahabat, atau masyarakat yang batuk-batuk lebih dari dua minggu, segera periksakan ke puskesmas, rumah sakit, atau klinik terdekat. Jadi dia tahu apakah TB atau tidak. Dan juga makanan bergizi, hidup sehat, olahraga teratur, serta menjaga kesehatan keluarga," pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh Muhammad Alyuda Tri Utama peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads