Sumatera Selatan

Polisi Antisipasi Kemacetan Saat Launching CFD Jembatan Ampera

Nadiya - detikSumbagsel
Rabu, 10 Jun 2026 06:30 WIB
Foto: Ilustrasi CFD Palembang (dok istimewa)
Palembang -

Jajaran Satlantas Polrestabes Palembang menyiapkan skema pengamanan jalur alternatif secara ketat menyusul rencana penutupan Jembatan Ampera selama pelaksanaan launching Car Free Day (CFD). Atensi khusus diarahkan pada potensi lonjakan kendaraan di jalur penghubung ulu dan ilir.

Wakasatlantas Polrestabes Palembang AKP Adi Suhendra menjelaskan penempatan personel lalu lintas akan disesuaikan secara proporsional berdasarkan prediksi tingginya animo masyarakat yang akan memadati area peluncuran.

"Untuk pelaksanaan launching Car Free Day tanggal 14 Juni. Jadi dari Satlantas Polrestabes Palembang, kita melaksanakan pengamanan di jalur-jalur utama yang akan berdampak dengan peningkatan kendaraan dan untuk antisipasi kemacetan, termasuk di daerah-daerah yang memang nantinya akan padat," ujar Adi Suhendra kepada detikSumbagsel, Selasa (9/6/2026).

Adi memaparkan, berdasarkan hasil beberapa kali uji coba berkala yang digelar Pemkot Palembang sebelumnya, arus lalu lintas di seputaran jalur lingkar terpantau aman dan kondusif tanpa kendala berarti.

Namun, menurutnya untuk momentum peluncuran resmi ini, pihak kepolisian bakal memperketat penjagaan di dua jembatan penyangga utama guna mencegah terjadinya bottleneck atau penumpukan kendaraan darat.

"Untuk sejauh ini, pelaksanaan uji coba CFD yang sudah dilaksanakan oleh Pemerintahan Kota sendiri, untuk macet sampai sejauh ini belum ada kendala ya. Alhamdulillah dalam beberapa kali kita uji coba, sejauh ini berjalan dengan lancar. Tentunya ini nanti, mungkin untuk di-launching kita fokuskan nanti di Musi 6, Musi 4, di mana arus dari ulu ke ilir, sebaliknya dari ilir ke ulu sudah kita antisipasi," ungkapnya.

Adi menyebut, sebanyak 150 personel gabungan dari satuan lalu lintas dibantu jajaran Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumsel disiagakan penuh untuk mengawal kelancaran arus kendaraan di jalur-jalur alternatif tersebut.

"Untuk personel sendiri yang turun sejauh ini dalam pelaksanaan uji coba kita sudah coba itu ada 150 personel gabungan dari Satlantas Polrestabes Palembang sendiri dan juga dibantu oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Sumsel," katanya.

Selain bantuan dari Dilantas Polda Sumsel, Adi menyebut pengamanan kegiatan CFD ini juga dibantu oleh rekan-rekan Dishub, Satpol PP, serta Kecamatan dan Kelurahan.

"Begitu juga ada dari rekan-rekan dari Dishub, rekan-rekan dari Satpol PP, rekan-rekan dari kecamatan maupun kelurahan, ikut berpartisipasi dalam pengamanan sehingga lalu lintas di seputaran jalur yang digunakan alhamdulillah sejauh ini masih kondusif," kata dia.

Sementara itu, Pemerintah Kota Palembang menerapkan aturan ketat terkait sterilisasi area pada saat peluncuran CFD tersebut. Masyarakat yang datang dilarang untuk berdiri atau beraktivitas di atas aspal jalan raya utama jembatan.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Palembang, Isnaini Madani, menegaskan langkah sterilisasi ini diambil agar penampilan dari para pengisi acara dan parade defile kebudayaan dapat disaksikan secara maksimal tanpa terhalang kerumunan.

"Dalam acara launcing CFD, kita pengen sterilisasi dari pengunjung agar tidak berada di atas aspal Ampera. Nah, itu harus clear, harus steril dari pengunjung sehingga untuk penampilan marching band dan sebagainya bisa terlihat jelas. Jadi pengunjung silakan hanya di atas trotoar saja," tegas Isnaini.

Untuk mengawal jalannya kebijakan tersebut, Pemkot Palembang menyiagakan ratusan personel pengamanan gabungan. Petugas akan disebar secara berlapis di sepanjang bentang Jembatan Ampera guna membarikade area aspal dari serbuan jemaah atau pengunjung.

"Dari kebijakan ini kita juga harapkan para aparat kepolisian, Satpol PP, Dishub untuk petugasnya bisa menjaga di atas aspal Jembatan Ampera itu tidak boleh ada pengunjung. Dengan itu diharapkan perform terhundar dari penumpukan pengunjung," ungkapnya.

Selain masalah sterilisasi area utama jembatan, pihak pemkot juga telah memetakan skema kantong parkir bagi warga untuk mencegah kesemrawutan kendaraan di sekitar lokasi acara.
Masyarakat yang membawa kendaraan pribadi diarahkan untuk memanfaatkan titik-titik parkir reguler yang sebelumnya sudah disediakan dan diuji coba oleh Dishub Palembang selama masa simulasi.

"Parkir nanti Dishub yang akan menjaga, Satlantas juga akan menjaga, dan m dari jajaran kecamatan juga akan turut penebalan personel. Titik parkir seperti yang sudah kita siapkan selama ini. Nanti untuk titik parkir mobil VIP tentu nanti akan diatur lebih lanjut oleh pihak Satlantas serta Dishub," jelasnya.

Artikel ini ditulis oleh Nadiya peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.



Simak Video "Video: Jemaah Salat Id Masjid Agung Palembang Tumpah hingga Jembatan Ampera"

(dai/dai)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork