Tujuh pelajar sekolah dasar (SD) di Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, dilarikan ke Puskesmas Kelobak mengalami pusing dan mual-mual. Diduga mereka mengalami gejala itu usai menyantap menu MBG.
Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, kejadian bermula setelah para korban mengonsumsi menu MBG dengan lauk pauk berupa nuget dan olahan telur.
Selang beberapa saat setelah menghabiskan makanan tersebut, ketujuh murid mulai mengeluhkan gejala klinis yang serupa, mulai dari mual-mual mendadak, pusing, sakit perut, hingga muntah-muntah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melihat kondisi kesehatan para siswa drop secara bersamaan, pihak sekolah langsung mengevakuasi seluruh korban menggunakan kendaraan ke Puskesmas Kelobak guna mendapatkan pertolongan pertama dari tim medis.
"Tadi keponakan saya makan menu MBG di sekolahnya, tidak lama pusing dan muntah-muntah hingga dilarikan ke Puskesmas Kelobak," kata Yani saat dikonfirmasi, Kamis (4/6/2026).
Selain tujuh orang pelajar SD, 1 orang dewasa yang merupakan penjaga sekolah ikut diduga keracunan usai menyantap olahan perkedel tahu, telur dan sejumlah menu buah buahan lainnya.
Sementara itu, Kabid P2P Kabupaten Kepahiang Wisnu Irawan menjelaskan, pelajar dan satu orang dewasa tersebut menyantap menu yang dari SPPG yang berlokasi Prumnas Kroya, Desa Taba Tebelet.
"Pelajar dan satu orang dewasa ini sudah menjalani perawatan, penanganan medis, diinfus. Gejalanya gatal-gatal, pusing dan muntah," jelasnya.
Dijelaskan Wisnu, jika penanganan di Puskesmas Kelobak tidak cukup, maka nantinya korban keracunan ini akan dilarikan ke RSUD Kepahiang. Sementara, kata dia, spesimen menu MBG SPPG yang berlokasi di Prumnas Kroya ini sudah diambil dan dikirim ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
"Menunya dari informasi yang kita terima, terdiri dari olahan tahu dan telur, perkedel dan buah-buahan. Spesimen menu MBG sudah dikirim ke BPOM," jelas Wisnu.
Disinggung terkait SLHS atau Sertifikat Laik Higiene Sanitasi yang dikantongi SPPG MBG Prumnas Kroya ini, Wisnu mengatakan pihaknya memastikan SPPG MBG ini sudah mengantongi SLHS.
"Iya, Dapur SPPG MBG ini harus mengantongi SLHS, fungsinya untuk memastikan apakah produksinya memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan," jelasnya.
(csb/csb)











































