Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palembang terus melakukan pembinaan terhadap dua anak yang viral di media sosial karena mengisap lem di kawasan Jembatan Ampera. Penanganan dilakukan setelah video kondisi kedua anak tersebut ramai diperbincangkan publik sejak akhir Mei 2026.
Kepala Dinsos Palembang M Raimon Lauri mengatakan pihaknya bergerak cepat menindaklanjuti temuan tersebut. Dari dua anak yang muncul dalam video viral, satu anak bernama AP telah ditemukan dan diamankan bersama keluarganya di kawasan Gang Pulau.
"Satu anak sudah berhasil ditemukan dan dan kita bina serta edukasi keluarganya. Sementara satu anak lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim di lapangan," katanya kepada wartawan, Senin (1/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Raimon mengungkapkan kedua anak itu diketahui sehari-hari mencari uang dengan meminta-minta di jalanan. Lingkungan pergaulan di jalan disebut menjadi salah satu faktor yang membuat mereka terpapar kebiasaan mengisap lem.
"Karena masih di bawah umur, anak yang sudah ditemukan kami pulang namun tetap kami bina setiap hari agar anak itu tidak mengulangi perbuatannya lagi, kepada keluarganya. Selanjutnya dilakukan asesmen bersama instansi terkait," ungkapnya.
Asesmen tersebut melibatkan Dinsos Kota Palembang, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), serta Sentra Budi Perkasa. Selain itu, tim dari Sentra Budi Perkasa bersama Kementerian Sosial dijadwalkan turun langsung ke lokasi untuk memberikan bantuan logistik dan stimulan.
Menurut Raimon, pemerintah mengedepankan pendekatan persuasif kepada keluarga agar pengawasan terhadap anak diperketat sehingga mereka tidak kembali beraktivitas di jalanan.
"Kita juga berkoordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memastikan kebutuhan dasar anak terpenuhi. Pemerintah juga akan memfasilitasi mereka agar dapat melanjutkan pendidikan melalui program Sekolah Rakyat," tutupnya.
Video yang memperlihatkan kondisi dua anak tersebut sebelumnya viral di media sosial dan memicu keprihatinan masyarakat. Pemerintah berharap penanganan yang dilakukan dapat membantu pemulihan anak sekaligus mencegah mereka kembali terjerumus ke lingkungan jalanan.
(dai/dai)











































