Hotspot di Sumsel Tercatat 166 Titik per Hari, Tertinggi di Mura dan Muratara

Sumatera Selatan

Hotspot di Sumsel Tercatat 166 Titik per Hari, Tertinggi di Mura dan Muratara

Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Senin, 01 Jun 2026 18:30 WIB
Sebaran hotspot di Sumsel dari data Sipongi.
Sebaran hotspot di Sumsel dari data Sipongi. (Foto: BPBD Sumsel/Istimewa)
Palembang -

Jumlah hotspot atau titik panas harian di Sumatera Selatan (Sumsel) melonjak signifikan. Berdasarkan hasil pemantauan Sipongi pada Sabtu (31/5/2026), tercatat sebanyak 166 titik panas tersebar di 14 wilayah Sumsel.

Dari total tersebut, sebanyak 163 titik terdeteksi berada di lahan mineral, sedangkan 3 titik lainnya berada di lahan gambut.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan, jumlah hotspot yang terpantau pada akhir Mei tersebut menjadi angka tertinggi sepanjang 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"163 hotspot ini menjadi yang tertinggi sepanjang tahun ini," ujar Sudirman, Senin (1/6/2026).

Berdasarkan data BPBD Sumsel, titik panas paling banyak terpantau berada di sejumlah kabupaten yang selama ini menjadi wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

ADVERTISEMENT

Adapun daerah dengan jumlah hotspot tertinggi yakni Kabupaten Musi Rawas (Mura) 39 titik, Musi Rawas Utara (Muratara) 30 titik, Muara Enim 16 titik, Musi Banyuasin (Muba) 15 titik, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) 14 titik, dan Lahat 12 titik.

"3 hotspot yang terpantau di lahan gambut masing-masing berada di Banyuasin, Muba, dan Muratara," katanya.

Sementara hotspot di wilayah lainnya, terpantau di bawah 10 titik. Hanya 3 daerah di Sumsel yang tidak terdeteksi hotspot, yakni Palembang, Prabunulih, dan Pagar Alam.

Sudirman menyebut lonjakan hotspot itu harus menjadi perhatian serius, mengingat wilayah Sumsel mulai memasuki periode musim kemarau. Kondisi cuaca yang cenderung panas dan minim curah hujan berpotensi meningkatkan risiko terjadinya karhutla.

"Secara keseluruhan, jumlah hotspot pada Mei ini ikut melonjak dengan 708 titik. Angkanya lebih tinggi dibandingkan bulan-bulan sebelumnya," jelasnya.

BPBD Sumsel bersama instansi terkait juga terus memantau dan berkoordinasi dengan pemda untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api dari hotspot yang terdeteksi. Langkah mitigasi juga dilakukan dengan meningkatkan patroli di daerah-daerah rawan karhutla.

Sudirman mengimbau seluruh masyarakat, khususnya yang berada di wilayah rawan karhutla, agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan indikasi kebakaran maupun titik api di lapangan.

"Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga agar tidak terjadi karhutla. Jika menemukan titik api atau asap, segera laporkan agar bisa ditangani lebih cepat," tukasnya.




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads