Belasan Hektare Lahan di Enam Daerah Sumsel Terbakar

Sumatera Selatan

Belasan Hektare Lahan di Enam Daerah Sumsel Terbakar

A Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Minggu, 31 Mei 2026 23:01 WIB
Patroli udara menemukan karhutla di Muba.
Foto: VPatroli udara menemukan karhutla di Muba. (Dok. BPBD Sumsel)
Palembang -

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di sejumlah wilayah di Sumatera Selatan. Berdasarkan laporan BPBD Sumsel, karhutla tersebar di enam daerah yakni, di Kabupaten Muara Enim, PALI, Mura, Ogan Ilir, Banyuasin, dan Muba. Lahan yang terbakar diperkirakan mencapai belasan hektare.

"Hasil laporan kemarin menemukan karhutla yang tersebar di berbagai wilayah Sumsel. Penanganan dilakukan dengan helikopter water bombing dan satgas darat. Beberapa titik berhasil dipadamkan, ada juga yang masih berasap," ujar Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman, Minggu (31/5/2026).

Pemadaman dengan helikopter water bombing dilakukan di wilayah Muba, Mura dan PALI. Di Muba, tepatnya di Sido Mukti, pemadaman dilakukan dengan 11 kali water bombing dan berhasil dipadamkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di Mura, pemadaman karhutla dilakukan di wilayah Muara Kelingi dengan 14 kali water bombing.

"Sedangkan di PALI, pemadaman dilakukan di Pengabuan dengan 46 kali water bombing. Kondisinya masih berasap dan hari ini dilanjutkan kembali pemadaman," katanya.

ADVERTISEMENT

Sementara pemadaman karhutla jalur darat, dilakukan di Muara Enim yang terjadi di 2 titik. Pemadaman dilakukan di Desa Pedataran dan Tambangan. Keduanya berada di wilayah Gelumbang. Luas lagan terbakar mencapai 2 hektare.

Di Ogan Ilir, karhutla terjadi di Desa Talang Seleman, Kecamatan Payaraman, seluas 0,25 hektare. Karhutla yang terjadi tak sempat meluas, karena personel darat langsung melakukan pemadaman. Sedangkan di Banyuasin, karhutla yang terpantau hanya menyisakan asap.

"Secara keseluruhan karhutla yang terjadi kemarin lebih dari 10 hektare. Rersebar di sejumlah spot-spot di beberapa daerah," katanya.

"Kita mengimbau masyarakat dan perusahaan untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar karena berpotensi memicu kebakaran besar. Selain itu, warga yang berada di sekitar kawasan hutan dan perkebunan diminta segera melapor jika menemukan asap atau titik api," ungkapnya.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads