Bocah Laki-laki Tewas Usai Bermain di Waterpark Ketapang

Regional

Bocah Laki-laki Tewas Usai Bermain di Waterpark Ketapang

Ocsya Ade CP - detikSumbagsel
Minggu, 31 Mei 2026 12:31 WIB
Ilustrasi
Foto: Ilustrasi jasad korban (Dok.Detikcom)
Ketapang -

Seorang bocah laki-laki berusia 7 tahun di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) tewas setelah bermain di salah satu wahana waterpark. Korban sempat mendapatkan perawatan medis.

Dilansir detikKalimantan, peristiwa tersebut terjadi di waterpark yang berada di Jalan H Agus Salim, Kecamatan Delta Pawan, Kamis (28/5/2026) sore.

Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris melalui Kasi Humas Polres Ketapang Iptu M Simatupang mengatakan, korban merupakan seorang siswa SD di Kecamatan Delta Pawan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Benar, korban merupakan siswa kelas 1 SD. Korban meninggal dunia setelah bermain di Wahana Waterpark Ketapang," kata Simatupang kepada wartawan, Sabtu (30/5/2026).

Korban langsung dievakuasi dan dibawa ke RSUD dr Agoesdjam Ketapang untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun korban dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis.

ADVERTISEMENT

"Korban sempat mendapat penanganan di RSUD dr Agoesdjam Ketapang, namun kemudian dinyatakan meninggal dunia," ujarnya.

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kronologi lengkap peristiwa tersebut, termasuk mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak yang berada di lokasi saat kejadian.

Berdasarkan informasi awal, korban diduga mengalami insiden saat berada di area wahana air. Namun, polisi belum menyampaikan secara rinci penyebab pasti yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Pihaknya mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap anak-anak saat berada di lokasi wisata air, kolam renang, maupun wahana permainan yang memiliki risiko keselamatan. Faktor pengawasan menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian serius agar kejadian serupa tidak terulang.

"Kurangnya pengawasan terhadap anak menjadi perhatian dalam peristiwa ini," katanya.

Ia mengimbau para orang tua maupun pendamping untuk tidak lengah saat mengajak anak bermain di area kolam renang atau wahana air. Sebab, kecelakaan dapat terjadi dalam waktu singkat meskipun lokasi terlihat aman.

Selain itu, pengelola tempat wisata juga diminta memastikan standar keselamatan berjalan optimal, termasuk keberadaan petugas pengawas dan sistem respons darurat apabila terjadi insiden.

"Kami mengimbau agar anak-anak selalu berada dalam pengawasan saat bermain di wahana permainan, terutama di area air yang memiliki potensi risiko tinggi," tegas Simatupang.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads