Umat Buddha akan memperingati Waisak pada Minggu, 31 Mei 2026. Berdasarkan SKB 3 Menteri tentang Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026, peringatan Waisak 2026 ditetapkan sebagai salah satu libur nasional.
Penetapan ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk beristirahat atau beribadah sesuai keyakinan masing-masing. Namun, tidak sedikit yang bertanya apakah libur Waisak 2026 juga disertai dengan cuti bersama seperti hari besar keagamaan lainnya?
Berikut detikSumbagsel sajikan informasi mengenai apakah ada cuti bersama Waisak 2026. Yuk, simak!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak Ada Cuti Bersama Waisak 2026
Libur Waisak 2026 hanya akan berlangsung selama satu hari. Di tahun ini, Hari Raya Waisak jatuh pada hari Minggu, 31 Mei 2026. Tidak ada cuti bersama yang mengiringi Waisak baik sebelum atau sesudah.
Perlu diketahui, bahwa libur Waisak tahun ini berdekatan dengan Libur Hari Lahir Pancasila. Berikut jadwal libur Waisak 2026:
- Sabtu, 30 Mei 2026: Libur akhir pekan
- Minggu, 31 Mei 2026: Hari Raya Waisak 2570 Buddhist Era (BE)
- Senin, 1 Juni 2026: Hari Lahir Pancasila
Dengan begitu, bagi detikers yang dapat mengambil libur pada hari Sabtu, 30 Mei 2026 dapat menikmati libur waisak selama tiga hari berturut-turut.
Rangkaian Kegiatan Waisak Nasional 2026
Dilansir dari detikNews, puncak perayaan Waisak 2026 atau detik-detik Waisak berlangsung pada Minggu, 31 Mei 2026 pukul 15.44.44 WIB. Perayaan nasional ini akan berlangsung di Candi Borobudur. Adapun rangkaian kegiatan Waisak 2026 meliputi:
- Minggu, 3 Mei: Karya Bakti di Taman Makam Pahlawan seluruh Indonesia
- Sabtu-Minggu, 23-24 Mei: Bakti sosial pengobatan gratis
- Jumat, 29 Mei: Pengambilan Api Dharma
- Sabtu, 30 Mei: Pengambilan Air Berkah
- Minggu, 31 Mei: Puncak acara perayaan Tri Suci Waisak
- Detik-detik Waisak: Pukul 15.44.44 WIB
Makna Hari Raya Waisak bagi Kehidupan Bermasyarakat
Dikutip dari portal resmi Kabupaten Kendal, berikut makna mendalam Hari Raya Waisak bagi kehidupan bermasyarakat, antara lain:
1. Menebar Kedamaian dan Kasih Sayang
Waisak hadir sebagai pengingat untuk selalu menebar kedamaian dan kasih sayang. Makna Waisak mendorong kita untuk selalu mengamalkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan bermasyarakat.
2. Meningkatkan Moralitas dan Etika
Delapan jalan mulia yang diajarkan Buddha Gautama menjadi pedoman dalam mencapai pencerahan. Jalan ini menekankan tentang pentingnya moralitas dan etika, seperti kejujuran, keadilan, kesederhanaan, dan pengendalian diri.
3. Meditasi Kunci Pengembangan Diri
Meditasi atau introspeksi adalah kunci dalam ajaran Buddha. Waisak menjadi momen untuk merenungkan diri. Meditasi atau instropeksi ini dapat membantu kita dalam memahami diri sendiri, untuk dapat lepas dari kebiasaan buruk, dan mendorong pengembangan diri.
4. Memperkuat Kerukunan Antar Umat Beragama
Waisak juga kerap dirayakan bersama umat beragama lain, hal ini tentunya menjadi pengingat soal pentingnya toleransi dan kerukunan antar umat beragama. Saling menghormati inilah yang akan menjadi kunci untuk menciptakan masyarakat yang harmonis.
Demikian informasi mengenai apakah ada cuti bersama saat libur Waisak serta informasi lainnya. Semoga bermanfaat ya detikers!
Artikel ini ditulis oleh Bagus Rahmat Nugroho, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.
(mep/mep)
