Pemkab OKU Siap Bangun Teknologi RDF Tanpa Bebani APBD

Sumatera Selatan

Pemkab OKU Siap Bangun Teknologi RDF Tanpa Bebani APBD

Irawan - detikSumbagsel
Minggu, 24 Mei 2026 20:31 WIB
Bupati OKU Teddy Meilwansyah saat meninjau fasilitas pengolahan sampah RDF Plant Jakarta
Foto: Bupati OKU Teddy Meilwansyah saat meninjau fasilitas pengolahan sampah RDF Plant Jakarta (Dok. Istimewa)
OKU -

Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, mulai serius mencari solusi modern untuk mengatasi persoalan sampah yang selama ini menjadi beban daerah. Bupati OKU Teddy Meilwansyah meninjau langsung fasilitas pengolahan sampah RDF Plant Jakarta atau Saringan Sampah TB Simatupang.

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut penjajakan kerja sama antara Pemkab OKU dengan PT Asiana Technologies Lestary, perusahaan yang mengembangkan teknologi pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif atau Refuse Derived Fuel (RDF).

Dalam peninjauan itu, Teddy melihat langsung proses pengolahan sampah yang sebelumnya menumpuk di landfill kemudian diubah menjadi bahan bakar pengganti energi fosil yang digunakan industri semen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menariknya, sistem pengolahan tersebut diklaim dapat berjalan tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Selain itu, pemerintah daerah juga tidak perlu mengeluarkan biaya operasional pengolahan sampah seperti pola konvensional selama ini.

"Selama ini pengelolaan sampah menjadi persoalan klasik hampir di semua daerah, termasuk di OKU. Sistem lama membutuhkan biaya besar dan hasilnya belum maksimal. Karena itu kami melihat teknologi RDF ini sangat potensial diterapkan di daerah," katanya kepada wartawan, Minggu (24/5/2026).

ADVERTISEMENT

Menurut Teddy, teknologi RDF bukan hanya mampu mengurangi volume sampah secara signifikan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi daerah.

Dalam skema kerja sama yang ditawarkan, perusahaan akan menyewa lahan milik pemerintah daerah yang berada di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Dengan demikian, daerah akan memperoleh tambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari penyewaan lahan tersebut.

"Ini yang menarik. Pemerintah daerah tidak keluar biaya operasional dari APBD, tetapi justru bisa mendapat pemasukan dari sewa lahan. Jadi sampah bukan lagi menjadi beban, melainkan bisa menjadi berkah bagi daerah," ungkapnya.

Teddy menegaskan, persoalan sampah harus mulai diselesaikan menggunakan pendekatan teknologi modern yang ramah lingkungan dan berorientasi jangka panjang.

Ia mengatakan, jika sistem RDF nantinya diterapkan di Kabupaten OKU, maka volume sampah yang masuk ke TPA diperkirakan dapat berkurang drastis. Selain membuat lingkungan lebih bersih, hasil pengolahan sampah juga dapat dimanfaatkan industri sebagai bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan.

"Kami ingin pengelolaan sampah di OKU tidak lagi sekadar buang dan timbun. Harus ada nilai ekonominya, ada manfaat lingkungannya, dan tentu berkelanjutan," tegas Teddy.

Sementara itu, Kepala Penjualan Domestik & Internasional PT Asiana Technologies Lestary, Boris Evan, menyatakan pihaknya siap mendukung penuh rencana kerja sama dengan Pemkab OKU.

Menurut Boris, teknologi RDF saat ini menjadi salah satu solusi pengelolaan sampah yang mulai banyak diterapkan di berbagai daerah karena mampu mengurangi ketergantungan terhadap metode *landfill*.

"Kami melihat Kabupaten OKU memiliki potensi besar untuk pengembangan RDF. Apalagi pemerintah daerah menunjukkan komitmen serius dalam penanganan sampah berbasis teknologi," kata Boris.

Ia berharap proses pembahasan kerja sama dapat segera ditindaklanjuti sehingga pembangunan fasilitas pengolahan sampah terpadu di OKU bisa segera direalisasikan.

"Harapan kami, OKU nantinya bisa menjadi salah satu daerah percontohan pengelolaan sampah modern berbasis RDF di Sumatera Selatan," ujarnya.

Rencana kerja sama tersebut selanjutnya akan dibahas lebih detail bersama Dinas Lingkungan Hidup dan sejumlah instansi terkait di lingkungan Pemkab OKU. Pembahasan akan mencakup skema kerja sama, kesiapan lokasi, hingga tahapan pembangunan fasilitas pengolahan sampah terpadu.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads