Seorang calon pengantin wanita di Pati, Jawa Tengah (Jawa Tengah), dilaporkan kabur menjelang akad nikah. Calon pengantin berinisial NAS (19) itu akhirnya ditemukan di salah satu kamar hotel bersama pacarnya, DF (18).
Dilansir detikJateng, Kasat Reskrim Polresta Pati Kompol Dika Hadian Widya Wiratama menjelaskan dari keterangan bahwa NAS pergi dari rumah pada Kamis (21/5) sekitar pukul 03.00 WIB.
"Kronologi larinya pengantin perempuan tersebut yakni benar bersangkutan meninggalkan rumah dengan dibantu rekan pria pada pukul 03.00 WIB," kata Dika dalam siaran video kepada wartawan di Pati, Sabtu (23/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dika menyebut NAS awalnya menghubungi DF yang tak lain adalah kekasihnya. NAS meminta bantuan DF agar bisa pergi dari rumah. Karena NAS berencana akan menjalankan acara pernikahan dan akad dengan pria bernama Musalim (33) pada pukul 09.00 WIB.
"Yang bersangkutan menghubungi rekan pria untuk membantu keluar dari rumah, atau meninggalkan rumah karena pada pukul 09.00 akan melaksanakan pernikahan," terangnya.
Kemudian, NAS dan DF kabur dari rumah. Keluarga pengantin pun melaporkan kejadian ini kepada polisi. Keluarga pengantin lapor jika anaknya pergi dari rumah tanpa pamit menjelang akad nikah.
"Jadi setelah kejadian tersebut pihak keluarga perempuan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tlogowungu," bebernya.
Menerima laporan tersebut, polisi pun melakukan pencarian. Selama sehari polisi mencari NAS yang kabur dari rumah. Polisi akhirnya menemukan NAS dengan kekasihnya di sebuah kamar di Jepara pada Sabtu (23/5) dini hari tadi.
"Dari laporan itu kami Satreskrim melakukan pencarian terhadap keberadaan bersangkutan dan berhasil terdeteksi ada dini hari salah satu penginapan atau kos-kosan di sekitar Alun-Alun Jepara kita menemukan bersangkutan dan rekan prianya," kata dia.
Dika menjelaskan masih mendalami dan memeriksa laporan orang hilang ini. Polisi akan meminta keterangan dari para keluarga bersangkutan.
"Terkait penanganan kami masih melakukan pendalaman dan pemeriksaan sembari menunggu dan meminta keterangan dari keluarga kedua belah pihak. Nanti update akan kita sampaikan setelah pemeriksaan selesai," Dika melanjutkan.
Akhirnya keluarga melakukan mediasi. Hasilnya, si perempuan akan dinikahkan dengan pria yang mengajaknya kabur. Hasil ini disepakati setelah adanya mediasi antara para keluarga. Baik keluarga para calon pengantin dan keluarga pria yang membawa kabur.
Kapolsek Tlogowungu, AKP Mujahid, menjelaskan telah dihelat mediasi antara keluarga calon pengantin pria dan pengantin wanita, serta keluarga pemuda yang membawa kabur si mempelai wanita. Dari pertemuan itu, disepakati bahwa NAS akan segera dinikahkan dengan DF.
"Calon pengantin pria itu sudah membatalkan, tidak mau dilanjutkan. Terus kemudian ketangkap dan dibawa ke Polsek itu untuk dinikahkan segera dengan yang kabur, bukan yang laki-laki mau dinikahkan," kata Mujahid.
Mujahid menjelaskan bahwa mediasi pertama dilakukan antara keluarga calon pengantin wanita dan pria. Hasilnya calon pengantin pria bernama Musalim memilih membatalkan pernikahan dengan NAS.
"Pertama ada mediasi antara keluarga calon pengantin wanita dengan dengan pihak pria kita pertemukan dulu, kemudian mereka sepakat ya sudah keluarga pihak pria nyelehke (membatalkan)," jelas Mujahid.
Selanjutnya kata dia mediasi kedua antara keluarga calon pengantin wanita dengan pria yang membawa kabur ke hotel di Jepara. Mereka sepakat akan menikahi keduanya, NAS dan DF, dalam waktu dekat.
"Kemudian mediasi kedua keluarga calon pengantin dengan pria yang membawa kabur, mereka sepakat untuk dinikahkan," jelasnya.
Untuk waktu pernikahan, Mujahid belum tahu pasti. Sebab acara pernikahan membutuhkan persiapan dan biaya yang tidak sedikit.
"Untuk waktu kita serahkan kepada para pihak, karena butuh perencanaan yang tentu biaya tidak sedikit," terang dia.
Dalam kejadian ini, menurutnya tidak ada unsur pidana. Sebab para pihak telah sepakat dengan hasil keputusan bersama. Keputusan ini pun tertulis di atas kertas.
"Ya secara resminya tidak ada yang melaporkan. Hanya kemarin dari keluarga perempuan minta tolong ke kita untuk membantu mencarikan perempuan tersebut," ungkap Mujahid.
"Tidak jadi lapor, dan (calon pengantin pria) selesai, ikhlas, legowo. Tidak ada laporan resmi ke polisi," ungkap dia.
(dai/dai)
