Cerita Peternak Lampung Ikut Program Balai Ternak BAZNAS: Punya 50 Kambing

Lampung

Cerita Peternak Lampung Ikut Program Balai Ternak BAZNAS: Punya 50 Kambing

Tommy Saputra - detikSumbagsel
Sabtu, 23 Mei 2026 07:34 WIB
Peternak binaan BAZNAS di Lampung Tengah
Peternak binaan BAZNAS di Lampung Tengah (Foto: Tommy Saputra)
Lampung Tengah -

Program Balai Ternak Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI di Lampung Tengah, mengubah nasib warga di wilayah itu. Mereka yang dulunya petani, kini punya ternak sendiri dengan hewan mencapai puluhan.

Hal inilah yang dirasakan oleh Suratman (42), peternak binaan Balai Ternak Barokah Mindo di Desa Ramayana, Lampung Tengah. Ia mengaku program Balai Ternak BAZNAS tersebut membuat kondisi ekonomi keluarganya meningkat hingga kini mampu berkurban.

"Kalau dulu hanya mengandalkan upah buruh tani harian, sekarang sepulang kerja saya masih bisa cari pakan dan mengurus ternak sendiri. Alhamdulillah sekarang sudah punya kambing sendiri dan sudah bisa berkurban," ujarnya, saat ditemui di Balai Ternak Lampung Tengah, Jumat (22/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak tanggung-tanggung, jumlah kambing milik Suratman kini mencapai sekitar 50 ekor.

"Kalau dihitung semuanya sekarang sekitar 50 ekor kambing punya saya," katanya.

ADVERTISEMENT

Hal senada dikatakan peternak lainnya bernama Siswanto (50). Warga Desa Rukti Endah, Kecamatan Seputih Raman, Lampung Tengah itu mengaku kehidupannya mulai membaik setelah menjadi peternak binaan BAZNAS.

"Dulu saya bingung cari makan besok bagaimana. Sekarang alhamdulillah punya ternak sendiri, penghasilan lebih stabil, dan anak-anak bisa sekolah dengan layak," katanya.

Siswanto dan Suratman merupakan bagian dari program Balai Ternak BAZNAS Lampung Tengah yang dibangun sejak 2019. Program tersebut fokus memberdayakan mustahik melalui peternakan rakyat berbasis integrated farming.

Saat ini, program tersebut membina puluhan kepala keluarga di wilayah Lampung Tengah.

Ketua Koperasi Balai Ternak Lampung Tengah Indra Sofwatama mengatakan dampak program paling terasa ialah meningkatnya rasa percaya diri masyarakat desa.

"Dulu banyak yang minder karena miskin. Sekarang anggota kelompok sudah bisa bicara bisnis, mengelola usaha, bahkan memasok kebutuhan kurban ke berbagai daerah," ujarnya.

Selain penjualan ternak kurban, Balai Ternak BAZNAS juga mengembangkan usaha pabrik pakan Yufeed, kompos organik, hingga hotel ternak untuk karantina dan pemulihan hewan sebelum dikirim ke wilayah Jabodetabek.

Tak hanya itu, kawasan tersebut kini juga menjadi pusat literasi peternakan melalui kegiatan penelitian, magang, hingga praktik lapangan mahasiswa.

"Ini bukan sekadar bantuan ternak. Ini proses membangun kemandirian ekonomi desa secara menyeluruh," katanya.

Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad mengatakan program Balai Ternak dirancang agar masyarakat tak terus bergantung pada bantuan.

"Kami ingin mustahik tidak selamanya menerima bantuan, tetapi mampu mandiri bahkan menjadi muzaki," ujar Idy dalam keterangannya.

Menurutnya, keberhasilan program bukan hanya diukur dari peningkatan ekonomi masyarakat, tetapi juga perubahan pola pikir warga desa.

"Peternak sekarang memiliki semangat usaha, pencatatan keuangan yang baik, hingga kesadaran sosial dan spiritual yang meningkat," katanya.




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads