Sebanyak 20 orang mengikuti operasi bibir sumbing dan celah langit mulut gratis yang diselenggarakan Ruang Sakit Khusus Gigi dan Mulut (RSGM) Sumatera Selatan dalam rangka bakti sosial dan HUT Sumsel ke-80.
Direktur RSGM Sumsel Novita Idayani mengatakan 20 pasien yang menjalani operasi ini setelah dinyatakan memenuhi syarat kesehatan, dari jumlah 30 pendaftar.
"Yang mendaftar ada 30 orang, namun yang memenuhi syarat operasi sebanyak 20 pasien. Sisanya, belum bisa dilakukan tindakan karena kondisi kesehatan, seperti ada yang mengalami bocor jantung,pilek,batuk dan masih terlalu kecil untuk dioperasi,"ujarnya, Jumat (22/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Novita menjelaskan, 20 pasien yang menjalani operasi terdiri dari 3 orang dewasa, 11 balita dan 6 anak - anak. Untuk pasien yang paling banyak mendaftar itu dari OKU.
"Operasi bibir sumbing dan langit-langit menjadi agenda rutin kita setiap tahun dan tahun ini kita peringati untuk HUT Sumsel ke 80," tukasnya.
Sementara itu, Direktur Operasional Bank Sumsel Babel Fastero Mohammad Papeko mengatakan dalam kegiatan bakti sosial ini, Bank Sumsel Babel turut berkolaborasi bersama Pemprov Sumsel, RS Khusus Gigi dan Mulut Sumsel, Baznas Sumsel, dan sejumlah perusahaan seperti PT Semen Baturaja dan PTBA.
Papeko menjelaskan total anggaran yang disiapkan untuk kegiatan sosial itu mencapai Rp 220 juta. Dana tersebut digunakan untuk biaya operasi terhadap 20 pasien serta pemeriksaan laboratorium praoperasi.
"Biaya operasi untuk 20 pasien mencapai Rp 208 juta, ditambah pemeriksaan laboratorium sekitar Rp 12 juta, sehingga total anggaran sebesar Rp220 juta," jelasnya.
Papeko berharap kegiatan sosial tersebut dapat terus dilakukan secara rutin dan melibatkan lebih banyak pihak demi membantu masyarakat yang membutuhkan.
"Kami percaya sinergi antara pemerintah, rumah sakit, dunia usaha, dan stakeholder lainnya dapat membantu menyukseskan program kemanusiaan seperti ini,"ujarnya.
Sementara Gubernur Sumsel Herman Deru menilai kegiatan operasi bibir sumbing tersebut merupakan tindakan mulia karena bukan hanya membantu kesehatan pasien, tetapi juga mengembalikan rasa percaya diri mereka.
"Ini bukan hanya menutup celah bibir, tetapi juga mengembalikan senyum dan rasa percaya diri pasien. Mereka jadi lebih percaya diri saat bersosialisasi," ungkapnya.
Deru juga mengingatkan agar kegiatan sosial tersebut tidak dicampuri kepentingan politik dan benar-benar dijalankan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.
"Jangan sampai kegiatan sosial seperti ini dimasuki kepentingan politik. Ini murni bentuk perhatian dan kepedulian kepada masyarakat," tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Herman Deru turut mengapresiasi dukungan berbagai pihak, mulai dari BSB, Baznas, hingga sejumlah perusahaan yang ikut membantu pelaksanaan operasi bibir sumbing gratis bagi masyarakat Sumsel.
(rep/rep)











































