Kapal Tanker Minyak Iran Dicegat Amerika dan Diminta Putar Balik

Internasional

Kapal Tanker Minyak Iran Dicegat Amerika dan Diminta Putar Balik

Rita Uli Hutapea - detikSumbagsel
Kamis, 21 Mei 2026 13:30 WIB
A vessel at the Strait of Hormuz, off the coast of Omans Musandam province, April 12, 2026. REUTERS
Ilustrasi kapal tangker (Foto: REUTERS/Stringer)
Palembang -

Kapal tanker minyak berbendara Iran dicegat oleh Marinir Amerika Serikat (AS). Kapal itu diminta untuk mengubah haluan.

Dilansir detikNews, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan bahwa militer AS sejauh ini telah mengalihkan 91 kapal untuk memastikan kepatuhan terhadap blokade yang diberlakukan AS bulan lalu.

Dalam insiden yang terjadi pada hari Rabu (20/5) waktu setempat tersebut, Marinir AS dari Unit Ekspedisi Marinir ke-31 (MEU) menaiki kapal M/T Celestial Sea, yang diduga mencoba melanggar blokade AS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

CENTCOM mengatakan kapal tanker minyak tersebut sedang transit menuju pelabuhan Iran.

"Pasukan Amerika melepaskan kapal tersebut setelah melakukan penggeledahan dan mengarahkan awak kapal untuk mengubah haluan," kata CENTCOM dalam sebuah pernyataan, dilansir detikNews dari Al Arabiya, Kamis (21/5/2026).

ADVERTISEMENT

Hingga saat ini, Amerika Serikat dan Iran belum mencapai kesepakatan damai. Kedua negara terus melontarkan ancaman satu sama lain. Israel mengatakan pasukannya kini telah berada dalam posisi siaga dalam menghadapi potensi perang.

Kepala Angkatan Darat Israel Letnan Kolonel Eyal Zamir mengatakan bahwa militernya saat ini berada pada tingkat siaga tertinggi, karena Teheran dan Washington saling melontarkan ancaman perang.

"Saat ini, IDF (militer) berada pada tingkat siaga tertinggi dan siap untuk setiap perkembangan," kata Zamir dalam pertemuan semua komandan divisi, dilansir AFP, Rabu (20/5/2026).

Sebelumnya, Garda Revolusi Islam Iran memperingatkan bahwa perang Timur Tengah akan meluas keluar kawasan, jika Amerika Serikat dan Israel melanjutkan serangan terhadap republik Islam tersebut.

"Jika agresi terhadap Iran diulangi, perang regional yang dijanjikan kali ini akan meluas jauh keluar kawasan, dan serangan dahsyat kami akan menghancurkan Anda," kata Garda Revolusi dalam sebuah pernyataan di situs web mereka, Sepah News, seperti dilansir kantor berita AFP.

Peringatan ini muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa Washington dapat menyerang Iran lagi, jika tidak ada kesepakatan tentang penyelesaian perang dalam beberapa hari mendatang.

Kedua pihak telah meningkatkan ancaman mereka sambil bertukar proposal untuk mengakhiri perang, yang meletus sejak 28 Februari. Gencatan senjata telah berlaku sejak 8 April.




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads