Nilai Tukar Rupiah Melemah, Apa Dampaknya bagi Masyarakat?

Nilai Tukar Rupiah Melemah, Apa Dampaknya bagi Masyarakat?

Bagus Rahmat Nugroho - detikSumbagsel
Selasa, 19 Mei 2026 07:00 WIB
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali tertekan hingga menembus level psikologis Rp 17.500 per dolar AS pada perdagangan Selasa (12/5/2026). Angka tersebut menjadi posisi terlemah rupiah sepanjang sejarah.
Ilustrasi nilai tukar rupiah ke dolar AS. (Foto: Gilang Faturahman/detikfoto)
Palembang -

Per Senin (18/5/2026) kini nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp 17.655,00 per dolar Amerika Serikat (AS). Angka ini berada jauh dari target nilai tukar rupiah yang dipatok Rp 16.500 per dolar AS.

Di tengah pelemahan tersebut, pernyataan Presiden Prabowo pada Sabtu (16/5/2026) yang menyebut masyarakat desa tidak menggunakan dolar turut menuai polemik. Dilansir detikFinance, pengamat komoditas dan mata uang, Ibrahim Assuaibi menilai pernyataan tersebut berpotensi memengaruhi sentimen pasar terhadap rupiah.

Meski demikian, pergerakan nilai tukar rupiah ini juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lainnya, baik dari kondisi global maupun domestik. Lalu apa yang dapat terjadi apabila dalam beberapa waktu ke depan nilai tukar rupiah tetap mengalami penurunan? Berikut detikSumbagsel sajikan informasi mengenai dampak pelemahan nilai rupiah. Yuk, simak!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sederet Dampak Pelemahan Nilai Rupiah Terhadap Dolar

Dilansir laman Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Islam Negeri Jakarta, serta sumber lainnya. Berikut ini sejumlah dampak dari melemahnya nilai rupiah, antara lain:

1. Meningkatnya Harga Kebutuhan Pokok

Akademisi Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM, Rijadh Djatu Winardi, S.E., M.Sc., Ph.D., menyebut jika pelemahan nilai rupiah dapat membuat kebutuhan pokok meningkat. Kenaikan harga tersebut dipengaruhi oleh kenaikan harga bahan baku impor dalam rupiah.

ADVERTISEMENT

Ia menjelaskan, ketika perusahaan masih bergantung dengan bahan baku impor dan masih ada stok lama, penyesuaian harga tetap berpotensi terjadi dalam beberapa bulan ke depan seiring meningkatnya biaya produksi.

2. Biaya Transportasi Hingga Kesehatan Naik

Selain meningkatnya harga kebutuhan pokok. Biaya untuk transportasi hingga kesehatan juga akan terdampak peningkatan.

"Masyarakat akan mulai merasakan dampaknya dalam bentuk kebutuhan pokok yang meningkat, biaya transportasi yang naik, hingga harga produk kesehatan yang ikut terdampak," ujar Rijadh.

3. Meningkatnya Beban Subsidi Negara

Selain itu, pelemahan nilai rupiah juga memberi tekanan besar terhadap sejumlah pos dalam anggaran negara, terutama yang berhubungan dengan belanja-belanja yang sensitif dengan pergerakan kurs, di mana salah satu pos yang terpengaruh adalah subsidi energi.

4. Terbatasnya Pembayaran Sektor Penting Lain

Rijadh juga menyoroti bahwa dengan naiknya beban subsidi dan utang luar negeri, pembiayaan untuk sektor penting lainnya juga terpengaruh.

"Ketika ruang fiskal terserap untuk subsidi dan utang, maka fleksibilitas pemerintah untuk membiayai sektor lain seperti pendidikan, kesehatan, atau perlindungan sosial menjadi terbatas," tuturnya.

5. Masyarakat Desa Paling Rentan Terdampak

Dikutip laman Universitas Islam Negeri Jakarta, pelemahan rupiah juga dapat berdampak lebih besar terhadap masyarakat desa yang umumnya memiliki pendapatan tidak tetap dan bergantung pada sektor informal atau hasil panen.

Ketika harga kebutuhan naik tanpa diikuti dengan meningkatnya pendapatan, maka daya beli mereka pun dapat tergerus.

Selaras dengan itu, pakar Ekonomi Fatkhur Huda dari Universitas Muhammadiyah Surabaya mengatakan, jika pelemahan nilai tukar rupiah tidak serta merta dapat langsung dirasakan oleh masyarakat karena transaksi sehari-hari menggunakan rupiah, bukan dolar AS. Namun, masyarakat, terutama di pedesaan juga tidak dapat dapat lepas dari dampaknya.

"Nilai tukar rupiah yang menurun tetap memengaruhi harga berbagai kebutuhan pokok karena banyak sektor ekonomi Indonesia masih bergantung pada barang impor dan harga global" ujar Fatkur.

Demikian informasi mengenai dampak melemahnya nilai tukar rupiah. Semoga bermanfaat ya detikers!

Artikel ini ditulis oleh Bagus Rahmat Nugroho peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Rupiah Babak Belur ke Level Rp 17.300 per Dolar AS"
[Gambas:Video 20detik]
(mep/mep)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads