Muhammadiyah Sumsel Tetapkan Hari Raya Idul Adha 27 Mei 2026

Sumatera Selatan

Muhammadiyah Sumsel Tetapkan Hari Raya Idul Adha 27 Mei 2026

Welly Jasrial Tanjung - detikSumbagsel
Kamis, 14 Mei 2026 19:00 WIB
Ilustrasi Hari Raya Idul Adha
Ilustrasi Idul Adha (Foto: AI/ChatGPT)
Palembang -

Muhammadiyah menetapkan hari raya Idul Adha jatuh pada Rabu (27/5/2026). Penetapan ini mengacu pada Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 86/KEP/I.0/B/2025 tentang hasil hisab Majelis Tarjih dan Tajdid menggunakan kriteria Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Ketua PWM Sumsel Ridwan Hayatuddin mengatakan keputusan itu diambil berdasarkan metode hisab yang selama ini menjadi pedoman Muhammadiyah dalam menentukan kalender hijriah.

"Berdasarkan hasil hisab dan parameter KHGT, 1 Zulhijah 1447 Hijriah dimulai pada Senin, 18 Mei 2026. Dengan demikian, Hari Raya Idul Adha jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026," ujar Ridwan, Kamis (14/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ridwan menjelaskan, Muhammadiyah kini konsisten menggunakan sistem Kalender Hijriah Global Tunggal yang diputuskan dalam Musyawarah Nasional Tarjih Muhammadiyah di Pekalongan.

"Sistem tersebut diterapkan sebagai upaya penyatuan kalender Islam dengan pendekatan astronomi modern," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan data hisab Muhammadiyah, ijtimak terjadi pada Sabtu, 16 Mei 2026 pukul 20.01.02 UTC. Namun posisi hilal secara global dinilai belum memenuhi kriteria minimum sehingga bulan Zulkaidah disempurnakan menjadi 30 hari atau istikmal.

PWM Sumsel juga menetapkan puasa Arafah 9 Zulhijah 1447 Hijriah jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026.

Ridwan meminta masyarakat menyikapi kemungkinan adanya perbedaan penetapan Idul Adha dengan bijak dan tetap menjaga persaudaraan.

"Perbedaan itu adalah rahmat jika disikapi dengan ilmu. Perbedaan metode merupakan hal yang wajar, namun jangan sampai mengurangi persaudaraan umat," ujarnya.

Ridwan menambahkan, penetapan jadwal Idul Adha lebih awal diharapkan membantu masyarakat mempersiapkan ibadah kurban, termasuk pengadaan hewan kurban dan agenda keluarga saat hari raya.

Sementara untuk pelaksanaan penyembelihan hewan kurban, kata Ridwan, akan disesuaikan dengan kesiapan pengurus ranting dan masjid di masing-masing wilayah.

"Penyembelihan bisa dilakukan setelah salat Id hingga hari tasyrik, sesuai kesiapan di tingkat ranting dan masjid," ujarnya.




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads