Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumatera Selatan masih terus melakukan proses identifikasi korban kecelakaan maut bus ALS di Jalinsum, Muratara.
Sejauh ini, tim DVI telah mencocokkan data tiga korban dengan sejumlah jenazah yang belum teridentifikasi. Namun, hasil pencocokan tersebut belum menemukan kesesuaian yang kuat untuk memastikan identifikasi korban.
Kepala RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Kombes dr Budi Susanto mengatakan salah pemeriksaan dilakukan terhadap jenazah berkode PM 013 berjenis kelamin laki-laki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jenazah tersebut ditemukan mengenakan kalung berwarna silver dan dicocokkan dengan data antemortem nomor AM 009 atas nama Alif Supriatin bin Supardi asal Medan, Sumatera Utara," kata Budi, Sabtu (9/5/2026).
Menurut keterangan keluarga, korban Alif diketahui memiliki tato bergambar burung di bagian punggung. Namun, tim DVI tidak dapat memastikan ciri tersebut karena kondisi jenazah mengalami luka bakar berat.
"Yang dicocokkan berupa properti kalung silver yang melekat di leher jenazah. Dari keterangan keluarga juga disebut ada tato burung di punggung, tetapi setelah kami rapat rekonsiliasi data itu belum cukup kuat karena kondisi jenazah sudah hangus terbakar," ujar Budi.
Selain itu, tim DVI juga melakukan pencocokan data postmortem berkode PM 006 dengan data antemortem nomor AM 015 atas nama Sukardi bin Parmin.
Dari proses pemeriksaan tersebut, petugas hanya menemukan identitas berupa KTP atas nama Sukono (54), warga Semarang, Jawa Tengah.
Budi menjelaskan, pencocokan ciri pakaian korban belum menunjukkan hasil yang sinkron. Berdasarkan keterangan dari keluarga, Sukardi saat pergi mengenakan celana jeans.
Sementara dari hasil pemeriksaan jenazah, petugas menemukan celana kargo yang sudah terbakar dan melekat di bagian tubuh korban sehingga warna aslinya sulit dikenali.
"Data PM 006 ditemukan celana jeans hitam dan boxer hijau, sedangkan keterangan keluarga korban memakai celana jeans. Tetapi juga ditemukan berupa celana kargo yang lengket karena terbakar," katanya.
Karena belum ditemukan kecocokan yang pasti, tim DVI kini masih menunggu hasil pemeriksaan DNA yang dilakukan Laboratorium Forensik Mabes Polri.
"Hasil DNA jenazah-jenazah ini masih dalam pemeriksaan. Diperkirakan paling cepat keluar lima hari dan paling lama dua minggu," pungkasnya.
(dai/dai)











































