Hari Kenaikan Yesus Kristus menjadi salah satu perayaan penting bagi umat kristiani di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Momen sakral ini diperingati sebagai peristiwa naiknya Yesus Kristus ke surga setelah kebangkitan-Nya pada Hari Paskah.
Perayaan ini biasanya jatuh pada hari Kamis dan ditetapkan sebagai hari libur nasional di Indonesia. Namun, tidak sedikit masyarakat yang masih bertanya-tanya mengenai sejarah Kenaikan Yesus Kristus serta alasan mengapa peringatannya selalu dilakukan pada hari Kamis.
Untuk menjawab terkait bagaimana sejarah dan mengapa Kenaikan Yesus Kristus diperingati hari Kamis? Berikut detikSumbagsel sajikan penjelasan lengkapnya. Yuk simak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Makna Peringatan Kenaikan Yesus Kristus
Mengutip laman Bimas Katolik Kementerian Agama, Kenaikan Yesus Kristus merupakan momen penting yang menandai naiknya Yesus ke surga pada hari ke-40 setelah kebangkitan-Nya.
Peristiwa tersebut terjadi setelah Yesus menampakkan diri kepada para murid di Bukit Zaitun sebagai penutup perjalanan hidup-Nya di dunia. Dalam ajaran Kristen, kenaikan ini menjadi simbol bahwa Yesus kembali dalam kemuliaan bersama Allah Bapa.
Secara teologis, kenaikan Yesus dipahami sebagai bagian dari proses pemuliaan Kristus setelah kebangkitan-Nya. Dalam tradisi Kristen, peristiwa ini menjadi bukti bahwa Yesus telah menyelesaikan tugas pelayanan-Nya di bumi dan kembali kepada Allah Bapa dalam kemuliaan.
Kebangkitan dan kenaikan Yesus juga menjadi penegasan iman bahwa Yesus dimuliakan oleh Allah setelah menjalankan misi keselamatan di dunia.
Sejarah Peringatan Kenaikan Yesus Kristus
Dilansir dari Ensiklopedia Britanica, Kenaikan Yesus Kristus merupakan peristiwa ketika Yesus terangkat ke langit dan menghilang dari pandangan murid-murid-Nya setelah tertutupi oleh awan.
Bagi umat kristiani, peristiwa ini lahir dari keyakinan bahwa Yesus dimuliakan setelah wafat dan bangkit dari kematian, kemudian kembali kepada Allah Bapa. Dalam Injil Yohanes, kenaikan Yesus tidak hanya dipahami sebagai perpindahan fisik dari bumi ke surga, tetapi juga sebagai lambang kesatuan Yesus dengan Allah Bapa.
Alkitab mencatat peristiwa tersebut secara eksplisit. Dalam Markus 16:19 disebutkan:
"Sesudah Tuhan Yesus menyampaikan pesan-pesan terakhir kepada murid-murid-Nya, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah."
Sementara itu, dalam Lukas 24:50-52 tertulis:
"Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka. Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, berpisahlah Ia dari mereka dan terangkat ke sorga."
Peristiwa kenaikan tersebut diyakini terjadi 40 hari setelah kebangkitan Yesus pada Hari Paskah. Kenaikan Yesus juga menjadi bagian penting menjelang perayaan Pentakosta, yakni turunnya Roh Kudus kepada para murid.
Secara tradisional, Hari Kenaikan diperingati pada hari Kamis sebagai hari ke-40 setelah Paskah. Meski demikian, beberapa denominasi Kristen memilih memindahkan perayaannya ke hari Minggu berikutnya.
Mengapa Kenaikan Yesus Kristus Diperingati Hari Kamis?
Mengutip dari Britannica, peringatan Kenaikan Yesus Kristus dirayakan setiap hari Kamis karena terjadi tepat 40 hari setelah Hari Paskah yang diperingati pada hari Minggu.
Pada hari ke-40 setelah kebangkitan-Nya, Yesus bersama murid-murid pergi ke Bukit Zaitun. Di sana, Yesus menyampaikan ajaran terakhir sebelum akhirnya naik ke surga. Dalam peristiwa tersebut, Yesus juga berjanji akan datang kembali untuk kedua kalinya.
Selain itu, hari Kamis memiliki makna penting dalam tradisi Kristen karena berkaitan dengan Kamis Putih atau Kamis Suci, yakni malam terakhir Yesus bersama murid-murid-Nya sebelum penyaliban pada Jumat Agung.
Melansir laman Christianity, pada malam tersebut terjadi sejumlah peristiwa penting seperti Perjamuan Terakhir, pembasuhan kaki murid-murid, doa Yesus di Taman Getsemani, hingga pengkhianatan Yudas.
Kamis Putih sendiri berasal dari kata Latin mandatum yang berarti "perintah", merujuk pada ajaran Yesus agar murid-murid-Nya saling mengasihi. Dalam Yohanes 13:34 disebutkan:
"Perintah baru Kuberikan kepadamu: Kasihilah sesamamu seperti Aku telah mengasihi kamu."
Pada malam Perjamuan Terakhir, Yesus juga menetapkan Perjamuan Kudus sebagai simbol pengorbanan-Nya melalui roti dan anggur. Dalam Lukas 22:19-20, Yesus berkata:
"Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku."
"Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu."
Karena itu, hari Kamis memiliki makna mendalam dalam sejarah umat Kristen, baik dalam peristiwa Perjamuan Terakhir maupun Kenaikan Yesus Kristus.
Tujuan Kenaikan Yesus Kristus
Dikutip dari Universitas Persada Indonesia Yayasan Administrasi Indonesia, Hari Kenaikan Yesus Kristus dirayakan umat Kristiani melalui ibadah di gereja dengan tata ibadah yang berbeda-beda sesuai denominasi.
Peristiwa kenaikan Yesus dimaknai dengan dua hal utama, yakni pengharapan dan kasih. Pengharapan dimaknai sebagai keyakinan bahwa Tuhan hidup dan bertahta di surga serta menjanjikan kehidupan kekal bagi umat manusia.
Sementara itu, kasih dipahami sebagai pesan Yesus agar umat manusia hidup saling mengasihi dan menyebarkan kabar sukacita kepada sesama.
Peringatan Kenaikan Yesus Kristus di Indonesia
Dilansir dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sint Carolus, Hari Kenaikan Yesus Kristus diperingati oleh seluruh masyarakat, namun untuk skala perayaan di setiap daerah dapat berbeda-beda tergantung jumlah komunitas umat kristiani di wilayah tersebut.
Perayaan ini biasanya dilakukan melalui ibadah dan misa di gereja, baik gereja Protestan maupun Katolik. Di Indonesia sendiri, Hari Kenaikan Yesus Kristus juga ditetapkan sebagai hari libur nasional.
Sebagian umat kristiani menyebut perayaan ini sebagai Kamis Kenaikan karena selalu diperingati pada hari Kamis.
Artikel ini ditulis oleh Nadiya peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.
Simak Video "Siswa SMA Peringati Kenaikan Yesus Kristus di Taman Margasatwa Ragunan"
[Gambas:Video 20detik]
(mep/mep)
