Banjir Palembang Disebut Bukan Sekadar Akibat Hujan

Sumatera Selatan

Banjir Palembang Disebut Bukan Sekadar Akibat Hujan

Widia Ardhana - detikSumbagsel
Jumat, 08 Mei 2026 05:31 WIB
Jalanan tergenang banjir setelah hujan melanda Palembang selama tiga jam
Ilustrasi banjir di Palembang (Foto: Desti Wulandari)
Palembang -

Pemerintah Kota Palembang menilai banjir yang kerap terjadi di kota tersebut bukan semata-mata disebabkan oleh tingginya curah hujan, melainkan karena menurunnya daya dukung alam dan drainase yang sudah beralih fungsi dalam menampung air.

Asisten III Pemkot Palembang, Akhmad Bastari, mengatakan hujan hanya menjadi pemicu, sementara persoalan sesungguhnya berada pada kondisi drainase yang menyempit, lahan yang beralih fungsi, hingga kebiasaan masyarakat membuang sampah di saluran air.

"Saya tidak ingin menyebutkan bahwa banjir disebabkan oleh hujan. Daya dukung alam kita sudah tidak mampu lagi menerima air dari hujan. Drainase kita sudah beralih fungsi, drainase kita sudah menyempit, lahan kita sudah beralih fungsi," ujarnya, Kamis (7/5/2026)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ditambah lagi, ada tangan-tangan kita juga yang membuang sampah di tempat penampungan air, di atas drainase," sambungnya.

Bastari mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur pengendali banjir juga tidak akan berarti tanpa perawatan yang konsisten.

ADVERTISEMENT

"Saya sudah sampaikan ke teman-teman PU, jangan lagi kita membangun kalau kita tidak bisa merawatnya. Kita jangan membangun pompa kalau kita tidak bisa merawatnya," tegasnya

Disamping itu, Bastari mengatakan bahwa persoalan banjir tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah karena perawatan saluran air juga membutuhkan keterlibatan masyarakat.

"Sarana di suatu jalan dibangun oleh pemerintah, operasi maintenance-nya oleh pemerintah, tapi ini tidak bisa hanya pemerintah. Mulai dari kita yang di depan rumah itu, pembersihan di depan rumah, harus kita rawat bersama-sama," ujarnya

Bastari memaparkan beberapa pendekatan yang menurutnya harus segera dilakukan bersama-sama oleh semua pihak, mulai dari pembangunan infrastruktur penampung air, pembenahan tata ruang, hingga peningkatan kekompakan dan responsivitas antara pemerintah dan masyarakat.

"Kalau kita selalu tidak kompak, tidak responsif, maka hasilnya tidak akan maksimal seperti manapun program yang dibuat," katanya.

Ia menegaskan penanganan banjir tidak boleh terjebak pada saling menyalahkan, melainkan harus bergerak bersama lebih cepat dan lebih kompak.

"Kita jangan mencari siapa yang salah, tapi kita mencari siapa yang siap. Siap bekerja, dan siap berkolaborasi. Kita tidak bisa bekerja biasa-biasa saja. Kita harus lebih cepat dan kita harus lebih kompak," tuturnya

Artikel ini ditulis oleh Widia Ardhana peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads