Penggunaan steroid sering dikaitkan dengan peningkatan massa otot dan performa fisik. Namun, di balik manfaat tersebut, terdapat berbagai bahaya serius yang dapat mengancam kesehatan tubuh.
Menurut World Health Organization (WHO), banyak orang menggunakan steroid tanpa pengawasan medis, padahal efek sampingnya bisa bersifat jangka panjang bahkan permanen. Penggunaan obat hormonal tanpa indikasi medis yang tepat dapat menyebabkan gangguan serius pada berbagai sistem tubuh.
Berikut detikSumbagsel bahas mengenai dampak bahaya jika steroid digunakan dengan tidak tepat dan berlebihan pada tubuh yang wajib diketahui.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa itu Steroid?
Dilansir dari Kemenkes, steroid adalah senyawa kimia yang secara alami diproduksi oleh tubuh dan juga tersedia dalam bentuk sintetis (buatan). Dalam dunia medis, steroid digunakan untuk mengobati berbagai kondisi seperti peradangan dan gangguan hormon.
Namun, yang sering disalahgunakan adalah anabolic steroid, yaitu jenis steroid yang berfungsi meningkatkan massa otot dan kekuatan fisik. Penggunaan steroid tanpa pengawasan dokter dapat mengganggu keseimbangan hormon alami tubuh.
Secara medis, hal ini dapat menyebabkan gangguan pada sistem endokrin, yaitu sistem yang mengatur produksi hormon. Ketika tubuh mendapatkan hormon dari luar secara berlebihan, produksi hormon alami akan menurun atau bahkan berhenti.
Bahaya Konsumsi Steroid pada Tubuh
Dilansir dari Puskesmas Perampuan Lombok Barat, berikut penjelasan dampak negatif steroid berdasarkan sistem tubuh dengan penjabaran medis yang lebih mendalam:
1. Gangguan Sistem Hormonal
Penggunaan Anabolic Steroid dapat mengacaukan keseimbangan sistem hormon tubuh, terutama hormon testosteron dan estrogen. Steroid sintetis bekerja dengan meniru hormon testosteron.
Ketika hormon dari luar masuk dalam jumlah besar, tubuh akan "mematikan" produksi hormon alami melalui mekanisme umpan balik negatif pada hipotalamus dan kelenjar pituitary, ada sejumlah perbedaan dampaknya terhadap pria dan wanita seperti:
Dampak pada pria:
- Penyusutan testis (atrofi testis) akibat penurunan produksi hormon alami
- Penurunan jumlah dan kualitas sperma (oligospermia)
- Disfungsi ereksi
- Risiko infertilitas permanen
Dampak pada wanita:
- Suara menjadi lebih berat (maskulinisasi)
- Pertumbuhan rambut berlebih di wajah dan tubuh (hirsutisme)
- Pembesaran klitoris
- Gangguan atau berhentinya siklus menstruasi
- Sebagian perubahan ini bisa bersifat permanen, terutama jika penggunaan berlangsung lama.
2. Kerusakan Hati (Liver)
Steroid, terutama yang dikonsumsi secara oral, memiliki efek toksik terhadap hati. Hati berfungsi memetabolisme obat dengan penggunaan steroid jangka panjang dapat menyebabkan stres oksidatif dan kerusakan sel hati (hepatotoksisitas). Dampak yang dapat terjadi:
- Peradangan hati (hepatitis)
- Penumpukan lemak di hati (fatty liver)
- Pembentukan tumor hati
- Risiko Kanker Hati
- Dengan gejala yang sering muncul seperti Kulit dan mata menguning (jaundice), nyeri di perut kanan atas hingga mual dan kelelahan
3. Gangguan Jantung dan Pembuluh Darah
Steroid memiliki dampak signifikan terhadap sistem kardiovaskular. Steroid memiliki efek meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menurunkan kolesterol baik (HDL), sehingga mempercepat proses Aterosklerosis. Dampak yang dapat terjadi kedepannya:
- Tekanan darah tinggi (hipertensi)
- Penebalan otot jantung (kardiomiopati)
- Gangguan irama jantung (aritmia)
- Risiko Serangan Jantung dan stroke
- Risiko ini bisa terjadi bahkan pada pengguna muda yang tampak sehat secara fisik.
4. Gangguan Psikologis dan Mental
Steroid tidak hanya mempengaruhi tubuh, tetapi juga fungsi otak dan emosi. Steroid mempengaruhi sistem neurotransmitter seperti serotonin dan dopamin, yang berperan dalam pengaturan emosi dan perilaku. Dampak yang dapat terjadi pada tubuh seperti:
- Mudah marah dan agresif (roid rage)
- Perubahan suasana hati ekstrem (mood swing)
- Kecemasan berlebihan
- Gangguan tidur (insomnia)
- Risiko Depresi
- Dalam kasus berat dapat menyebabkan beberapa masalah seperti sering halusinasi dan berperilaku impulsif berbahaya
5. Kerusakan Ginjal
Penggunaan steroid jangka panjang dapat merusak fungsi ginjal secara bertahap. Steroid meningkatkan tekanan darah dan beban metabolik, yang pada akhirnya merusak unit penyaring ginjal (glomerulus). Dampak yang dapat terjadi:
- Penurunan fungsi ginjal
- Proteinuria (protein dalam urine)
- Risiko gagal ginjal kronis
- Kerusakan ginjal sering tidak menunjukkan gejala pada tahap awal atau akan berdampak pada jangka panjang.
6. Jerawat Parah dan Masalah Kulit
Steroid meningkatkan aktivitas kelenjar sebaceous atau penghasil minyak, Peningkatan hormon androgen merangsang produksi sebum berlebih yang menyumbat pori-pori. Dampak yang dapat terjadi:
- Jerawat parah (acne vulgaris)
- Kulit sangat berminyak
- Infeksi kulit akibat bakteri
- Stretch mark (striae) akibat pertumbuhan otot cepat
7. Gangguan Pertumbuhan pada Remaja
Penggunaan steroid pada usia remaja sangat berbahaya karena tubuh masih dalam fase pertumbuhan. Steroid mempercepat penutupan lempeng epifisis (growth plate) pada tulang panjang. Dampak yang dapat terjadi:
- Tinggi badan terhenti lebih cepat
- Pertumbuhan tidak maksimal
- Ketidakseimbangan perkembangan tubuh
Efek Jangka Panjang Steroid
Penggunaan steroid dalam jangka panjang dapat menyebabkan:
- Ketergantungan psikologis
- Gangguan hormon kronis (hipogonadisme)
- Kerusakan organ permanen (hati, jantung, ginjal)
- Penurunan sistem imun
- Penurunan kualitas hidup secara keseluruhan
Kapan Steroid Aman Digunakan?
Steroid hanya aman jika digunakan di bawah pengawasan medis untuk kondisi tertentu seperti:
- Penyakit autoimun
- Peradangan kronis (misalnya asma berat)
- Gangguan hormon tertentu
- Dalam dunia kedokteran, dosis, durasi, dan jenis steroid diatur secara ketat untuk meminimalkan efek samping.
Bahaya konsumsi steroid tidak hanya berdampak pada satu organ, tetapi hampir seluruh sistem tubuh. Mulai dari gangguan hormon, kerusakan organ vital, hingga masalah mental, semuanya bisa terjadi akibat penyalahgunaan steroid.
Menggunakan steroid tanpa pengawasan medis bukanlah jalan pintas yang aman. Kesehatan jangka panjang jauh lebih penting dibanding hasil instan dalam pembentukan tubuh.
Bahaya konsumsi steroid tidak boleh dianggap remeh. Meskipun dapat meningkatkan performa fisik dalam jangka pendek, efek sampingnya sangat merugikan kesehatan dalam jangka panjang. Gangguan hormon, kerusakan organ, hingga masalah mental bisa terjadi akibat penyalahgunaan steroid.
Mengutamakan kesehatan jauh lebih penting dibanding hasil instan. Demikian pembahasan tentang bahaya dari steroid semoga bermanfaat .
Artikel ini ditulis oleh Muhammad Alyuda Tri Utama peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.
Simak Video "Video: Jangan Sembarangan, Ini Efek Samping Penyalahgunaan Obat Steroid!"
[Gambas:Video 20detik]
(mep/mep)











































