Penyebab Sakit Perut Saat Haid, Ini Penjelasan Medisnya

Penyebab Sakit Perut Saat Haid, Ini Penjelasan Medisnya

Nadiya - detikSumbagsel
Selasa, 05 Mei 2026 22:00 WIB
Ilustrasi Nyeri Haid
Ilustrasi Nyeri Haid (Foto: Dok. Shutterstock)
Jakarta -

Sakit perut saat haid atau menstruasi menjadi keluhan yang umum dialami banyak perempuan. Rasa nyeri ini bahkan bisa mengganggu aktivitas sehari-hari, mulai dari sekolah hingga bekerja.

Kondisi ini dikenal sebagai nyeri haid atau dismenore. Meski sering dianggap normal, tidak sedikit yang bertanya-tanya apa sebenarnya penyebab sakit perut saat haid.

Lantas, apa saja faktor yang memicu nyeri haid? Berikut penjelasan lengkapnya berdasarkan sumber medis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa Itu Nyeri Haid (Dismenore)?

Mengacu pada penjelasan dari Kementerian Kesehatan RI, nyeri haid atau dismenore merupakan kondisi nyeri di bagian perut bawah saat menstruasi yang terkadang menjalar ke punggung bawah, pinggang, hingga paha.

Kondisi ini umum dialami perempuan usia reproduktif, terutama remaja yang baru memasuki masa menstruasi. Dalam beberapa kasus, nyeri yang muncul bisa cukup intens hingga mengganggu aktivitas harian.

ADVERTISEMENT

Secara umum, dismenore dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Dismenore primer, yakni nyeri haid yang terjadi tanpa adanya gangguan kesehatan tertentu dan biasanya muncul sebelum atau saat menstruasi.
  • Dismenore sekunder, yaitu nyeri haid yang disebabkan oleh kondisi medis tertentu, seperti gangguan pada organ reproduksi.

Penyebab Sakit Perut Saat Haid

Nyeri haid dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari perubahan hormon hingga kondisi kesehatan tertentu. Berikut beberapa penyebab yang perlu diketahui:

1. Faktor Psikologis (Stres)

Faktor mental memiliki peran penting dalam memperparah nyeri haid.

Berdasarkan jurnal "Hubungan Tingkat Stres dan Pola Makan dengan Gejala Dismenorea pada Mahasiswi Kota Medan" oleh Wahyudi dan tim, tingkat stres diketahui memiliki pengaruh lebih dominan terhadap kejadian dismenore dibandingkan pola makan.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa stres dapat memicu atau memperburuk nyeri haid karena memengaruhi keseimbangan hormon dan respons tubuh terhadap rasa sakit.

2. Produksi Prostaglandin Berlebih

Mengutip jurnal "Hubungan Frekuensi Latihan Fisik dengan Intensitas Dismenore Primer di Fakultas Kedokteran Unesa" oleh Evy Wulandari, prostaglandin diproduksi di lapisan endometrium saat menstruasi.

Prostaglandin adalah senyawa kimia alami dalam tubuh yang berfungsi sebagai "zat pengatur" berbagai proses biologis, terutama yang berkaitan dengan peradangan, nyeri, dan kontraksi otot.

Zat ini memicu kontraksi otot rahim (miometrium) agar meluruhkan dinding rahim. Namun, jika produksinya berlebihan, kontraksi menjadi lebih kuat, menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan menimbulkan rasa nyeri.

Semakin tinggi kadar prostaglandin, biasanya semakin kuat pula rasa nyeri yang dirasakan.

3. Endometriosis

Endometriosis adalah kondisi ketika jaringan yang seharusnya melapisi bagian dalam rahim tumbuh di luar rahim.

Menurut NHS, kondisi ini dapat menyebabkan nyeri haid yang lebih parah dari biasanya, bahkan bisa berlangsung lebih lama dari siklus menstruasi normal.

Selain nyeri, endometriosis juga bisa menimbulkan gejala lain seperti nyeri saat beraktivitas, gangguan kesuburan, hingga perdarahan tidak normal. Karena itu, kondisi ini perlu penanganan medis.

4. Fibroid Rahim

Fibroid adalah pertumbuhan jaringan non-kanker di dalam atau sekitar rahim.

Meski tidak selalu berbahaya, fibroid dapat menyebabkan tekanan pada rahim dan memperparah kontraksi saat menstruasi. Hal ini membuat rasa sakit menjadi lebih kuat dibandingkan nyeri haid biasa.

Dalam beberapa kasus, fibroid juga dapat menyebabkan menstruasi lebih lama atau perdarahan yang lebih banyak dari biasanya.

5. Penyakit Radang Panggul

Mengacu pada jurnal yang serupa, wanita yang memiliki riwayat penyakit radang panggul juga dapat menyebabkan nyeri said haid.

Penyakit radang panggul merupakan infeksi pada organ reproduksi wanita, biasanya disebabkan oleh bakteri.

Kondisi ini dapat menyebabkan peradangan yang memicu rasa nyeri hebat, termasuk saat menstruasi. Nyeri yang muncul biasanya terasa lebih dalam dan tidak hanya terbatas pada perut bagian bawah.

Jika tidak ditangani, penyakit ini dapat berdampak pada kesehatan reproduksi, sehingga penting untuk segera mendapatkan penanganan medis.

6. Penyakit Radang Panggul

Penyakit radang panggul merupakan infeksi pada organ reproduksi wanita, biasanya disebabkan oleh bakteri.

Kondisi ini dapat menyebabkan peradangan yang memicu rasa nyeri hebat, termasuk saat menstruasi. Nyeri yang muncul biasanya terasa lebih dalam dan tidak hanya terbatas pada perut bagian bawah.

Jika tidak ditangani, penyakit ini dapat berdampak pada kesehatan reproduksi, sehingga penting untuk segera mendapatkan penanganan medis.

Cara Mengatasi Sakit Perut Saat Haid

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meredakan nyeri haid antara lain:

  • Mengompres perut dengan air hangat
  • Melakukan olahraga ringan seperti jalan kaki
  • Mengonsumsi makanan bergizi
  • Istirahat yang cukup
  • Mengonsumsi obat pereda nyeri sesuai anjuran dokter

Jika nyeri terasa sangat berat atau tidak biasa, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis.

Kapan Harus Menghubungi Dokter?

Jika sakit perut saat haid sangat parah, berlangsung lebih dari tiga hari, atau disertai gejala lain seperti demam atau pendarahan berat, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk evaluasi lebih lanjut.

Sakit perut saat haid merupakan kondisi yang umum terjadi, tetapi penyebabnya bisa berbeda-beda pada setiap orang. Mulai dari kontraksi rahim, hormon, hingga kondisi medis tertentu dapat memicu munculnya nyeri.

Dengan memahami penyebab sakit perut saat haid, penanganan yang dilakukan bisa lebih tepat dan efektif. Jika keluhan terasa berlebihan, jangan ragu untuk memeriksakan diri agar mendapatkan penanganan yang sesuai. Semoga bermanfaat.

Artikel ini ditulis oleh Nadiya peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads