Universitas Sriwijaya (Unsri) menyampaikan duka cita yang mendalam atas kematian dokter intenship Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya yang bertugas di RSUD K.H Daud Arif Kuala Tungkal, Jambi, dr Myta Aprilia Azmy. Unsri pun mendorong investigasi.
Diduga almarhum dr Myta meninggal akibat beban kerja yang berlebih saat bertugas, diketahui dr Myta sedang sakit.
Koordinator Humas Unsri Nurly Meilinda menyampaikan Unsri turut berduka cita yang mendalam atas wafatnya dr Myta Aprilia Azmy, salah satu putri terbaik alumni Unsri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran," katanya, Senin (4/5/2026).
Menurut Nurly, perlu kami sampaikan bawah almarhumah saat ini berstatus sebagai dokter yang jalani program internship Dokter Indonesia, yang merupakan program nasional di bawah kewenangan penuh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sesuai dengan peraturan Menteri Kesehatan Nomor 13 Tahun 2025.
"Pelaksanaan program, penempatan serta pengaturan beban kerja berada di bawah kewenangan pihak terkait di luar Unsri," katanya.
Unsri mendorong agar proses penanganan dan penyelesaian kasus ini dapat dilakukan secara objektif dan menyeluruh oleh pihak yang berwenang.
"Kami juga menegaskan komitmen terhadap pentingnya keselamatan dan kesejahteraan tenaga kesehatan,"ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran (IKA FK) Unsri Achmad Junaidi, menyatakan pihaknya akan mengawal kasus ini hingga tuntas.
Ia mengungkapkan, pihaknya telah mengirimkan surat kepada Kementerian Kesehatan RI pada 30 April 2026 untuk meminta dilakukan audit terhadap rumah sakit tempat dr Myta bertugas.
"Kita sebelumnya telah mengirim surat ke Kementerian Kesehatan RI. Mereka meminta dilakukan audit terhadap RSUD K.H. Daud Arif yang menjadi lokasi penugasan dr Myta," katanya.
Dalam surat tersebut, IKA FK Unsri menyampaikan keprihatinan sekaligus temuan terkait kondisi kerja dokter internship yang dinilai mengkhawatirkan.
"Kami menemukan berbagai rangkaian fakta yang sangat mengkhawatirkan dan berpotensi membahayakan keselamatan dokter internship," ungkap Junaidi.
Ia menyebut, dr Myta diduga menjalani beban kerja berat tanpa waktu istirahat yang cukup. Bahkan saat kondisi kesehatannya menurun sejak Maret 2026, almarhumah disebut masih tetap menjalani jadwal jaga.
"dr Myta telah melaporkan gejala sakit, namun tetap dijadwalkan jaga malam dalam kondisi sesak napas dan demam tinggi," jelasnya.
Kondisi dr Myta kemudian memburuk dengan saturasi oksigen dilaporkan berada di bawah 80 persen. Ia akhirnya dirujuk ke RSMH Palembang untuk mendapatkan perawatan intensif sebelum dinyatakan meninggal dunia.
IKA FK Unsri juga menyoroti dugaan minimnya supervisi dokter pembimbing, keterbatasan fasilitas seperti stok obat, hingga adanya indikasi tekanan agar kondisi tersebut tidak meluas.
"Adanya arahan untuk merahasikan kondisi ini serta narasi yang menyudutkan dokter internship menjadi perhatian serius kami," ujarnya.
Atas temuan tersebut, IKA FK Unsri mendesak Kementerian Kesehatan segera turun tangan.
"Kami mendesak Kemenkes RI untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap RSUD K.H. Daud Arif," tegas Junaidi.
Hingga kini, kasus meninggalnya dr Myta masih menjadi perhatian dan diharapkan dapat diusut secara transparan demi perlindungan tenaga kesehatan di masa mendatang.
(csb/csb)











































