Doa agar Haji Mabrur, Lengkap dengan Syarat dan Ciri-cirinya

Doa agar Haji Mabrur, Lengkap dengan Syarat dan Ciri-cirinya

Bagus Nugroho - detikSumbagsel
Minggu, 03 Mei 2026 08:01 WIB
Infografis aturan baru Arab Saudi jelang haji 2025.
Foto: Ilustrasi haji (Fuad Hasim/detikcom)
Palembang -

Musim haji 2026 sudah dimulai sejak 22 April lalu. Kini, jemaah haji dari berbagai kloter di Indonesia telah tiba di Tanah Suci, termasuk jemaah asal Sumatera Selatan (Sumsel).

Oleh karena itu, doa agar ibadah haji mabrur menjadi salah satu amalan yang dianjurkan. Doa ini tidak hanya dibaca saat di Tanah Suci, tetapi juga dapat diamalkan sejak sebelum berangkat hingga kembali ke Tanah Air.

Berikut detikSumbagsel sajikan informasi mengenai doa agar haji mabrur lengkap dengan syarat dan ciri-cirinya. Yuk, simak!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Doa Haji Mabrur 1

Dilansir dari buku Doa dan Zikir Manasik Haji dan Umrah yang diterbitkan oleh Kementerian Agama (Kemenag(, berikut ini bacaan doa agar haji mabrur.

بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ رَجْمًا لِلشَّيَاطِينِ وَرِضًا لِلَّرْحْمَنِ اللَّهُمَّ اجْعَلْ حَجًّا مَبْرُورًا وَسَعْياً مَشْكُورًا

ADVERTISEMENT

Arab Latin: Bismillaahi wallahu akbar, rajman lisysyayaathiini wa ridhan lirrahmaani allhummaj'al hajjan mabruuran wa sa'yan masykuuran.

Artinya: "Dengan nama Allah, Allah Maha Besar, kutukan bagi segala setan dan ridha bagi Allah Yang Maha Pengasih, Ya Allah Tuhanku, jadikanlah hajiku ini haji yang mabrur dan sai yang diterima."

Doa Haji Mabrur 2

اللهم اجْعَلْ حَجَّنَا حَجًّا مَبْرُوْرًا، وَعُمْرَةَنَا عُمْرَةً مَبْرُوْرًا، وَسَعْيَنَا سَعْيًا مَشْكُوْرًا، وَذَنْبَنَا ذَنْبًا مَغْفُوْرًا، وَعَمَلَنَا عَمَلًا صَالِحًا مَقْبُوْلًا، وَتِجَارَةَنَا تِجَارَةً لَنْ تَبُوْرَ، يَا عَالِمَ مَا فِى الصُّدُوْرِ أَخْرِجْنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّوْرِ.

Arab Latin: Allahumaj'al hajjana hajjan mabruuraa, wa 'umratan 'umratan mabruuraa, wasa'yanaa sa'yan masykuuraa, wa dzanbanaa dzanban maghfuuraa, wa 'amalanaa 'amalan shaalihan maqbuulaa, wa tijaaratan lan tabuura, yaa 'aalima maa fish shudur akhrijnaa minadzh dzhulumaati ilan nuur.

Artinya: "Ya Allah, jadikanlah haji kami haji yang mabrur (baik dan diterima), umrah kami umrah yang mabrur, sai kami sai yang disyukuri, doa kami dosa yang diampuni, amal kami amal saleh yang diterima dan perdagangan kami perdagangan yang tidak merugi, wahai Dzat Yang Maha Mengetahui apa yang ada dalam dada, keluarkanlah kami dari kezaliman menuju cahaya (keimanan)."

Doa Haji Mabrur 3

Dalam Fiqh As-Sunnah karya Sayyid Sabiq yang diterjemahkan oleh Khairul Amru Harahap, terdapat doa yang dapat diamalkan keluarga yang ditinggalkan berangkat haji. Berikut bacaannya:

زَوَّدَكَ اللهُ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ, وَيَسَّرَ لَكَ الْخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ

Arab Latin: Zawwadakallaahut taqwa wa ghafara dzanbaka wa yassara lakal khaira hay-tsuma kunta.

Artinya: "Semoga Allah membekalimu dengan takwa, mengampuni dosa-dosamu, dan memudahkanmu di mana saja engkau berada." (HR At-Tirmidzi)

Syarat Haji Mabrur

Dilansir dari detikHikmah, syarat untuk memperoleh predikat haji yang mabrur antara lain:

  • Dilakukan dengan niat yang ikhlas
  • Menggunakan harta yang halal
  • Menjauhi setiap dosa dan perbuatan maksiat, serta segala macam perbuatan bid'ah dan semua hal yang tidak sesuai syariat
  • Dilakukan dengan penuh akhlak yang mulia dan lemah lembut serta dengan sikap rendah hati
  • Dilaksanakan dengan penuh penghormatan terhadap syiar-syiar Allah SWT

Ciri-Ciri Haji Mabrur

Rasulullah SAW memberikan ciri-ciri atau tanda orang yang mendapatkan predikat haji mabrur. Tertuang dalam hadis yang diriwayatkan Imam Ahmad berikut ini:

قالوا: يَا رَسُولَ اللهِ، مَا الْحَجُّ الْمَبْرُوْرُ؟ قال: "إِطْعَامُ الطَّعَامِ، وَإِفْشَاءُ السَّلَامِ

Artinya: "Para sahabat berkata, wahai Rasulullah, apa itu haji mabrur? Rasulullah menjawab, memberikan makanan dan menebarkan kedamaian."

Dijelaskan juga pada riwayat Ahmad dan Baihaqi dengan isi hadis sebagai berikut: "Memberikan makan kepada orang lain dan menebarkan salam," (Al-Mundziri, 1998 M/1418 H: II/72).

Menurut Abu Amr Al-Qurthubi dalam karyanya At-Tahmid li Ma fiil Muwaththa Ma'ani wal Asanid, haji mabrur adalah haji yang tidak mengandung riya, sum'ah, rafats dan fasil serta dibiayai dengan harta halal.

Dijelaskan juga pada laman MUI, haji yang mabrur dapat dilihat dari peningkatan kualitas ibadah dan kepedulian sosial sepulang beribadah haji. Tandanya sebagai berikut:

1. Menunjukkan tutur kata yang baik

Menjaga lisan menjadi salah satu hal yang dilakukan jemaah sepulang berhaji. Jika sebelum berangkat haji kerap melakukan dosa lisan seperti gibah, gunjing atau bahkan mengucapkan kata-kata yang buruk, maka setelah berhaji sebaiknya segera ditinggalkan.

2. Menebarkan kedamaian dan kesejahteraan

Bukannya persoalan menjaga lisan, jemaah yang meraih haji mabrur kerap melakukan kebaikan dengan menebarkan kedamaian dan kesejahteraan. Merangkul sesama manusia dan menjaga silaturahmi.

3. Menunjukkan sikap senang memberi dan membantu kepentingan umat

Mereka juga menjadi ringan tangan dengan menyalurkan bantuan kepada yang membutuhkan. Banyak cara untuk memberi dan membantu kepentingan sesama salah satunya bersedekah dan infak.

4. Meninggalkan maksiat

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 197 yang berisi perintah meninggalkan maksiat setelah berhaji. Begini bunyinya:

اَلْحَجُّ اَشْهُرٌ مَّعْلُوْمٰتٌ ۚ فَمَنْ فَرَضَ فِيْهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوْقَ وَلَا جِدَالَ فِى الْحَجِّ ۗ وَمَا تَفْعَلُوْا مِنْ خَيْرٍ يَّعْلَمْهُ اللّٰهُ ۗ وَتَزَوَّدُوْا فَاِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوْنِ يٰٓاُولِى الْاَلْبَابِ

Artinya: (Musim) haji itu (berlangsung pada) bulan-bulan yang telah dimaklumi. Siapa yang mengerjakan (ibadah) haji dalam (bulan-bulan) itu, janganlah berbuat rafaṡ, berbuat maksiat, dan bertengkar dalam (melakukan ibadah) haji. Segala kebaikan yang kamu kerjakan (pasti) Allah mengetahuinya.

Berbekallah karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat." (Al-Baqarah: 197)

Demikian doa agar haji mabrur serta syarat dan ciri-cirinya. Semoga bermanfaat ya detikers.

Artikel ini ditulis oleh Bagus Rahmat Nugroho, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads