Gubernur Jambi Al Haris secara resmi melantik Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi Sudirman sebagai Komisaris Utama (Komut) Bank Jambi. Pelantikan ini menjadi bagian dari langkah strategis pemda dalam memperkuat peran bank daerah itu dari segi pembangunan ekonomi.
"Semoga pelantikan ini memberikan makna dalam pengembangan Bank Jambi yang kita cintai. Bank Jambi ini patut kita banggakan karena memiliki kinerja yang cukup baik dan dihormati oleh bank-bank daerah lainnya," kata Al Haris, Senin (27/4/2026).
Pelantikan Sudirman sebagai Komut Bank Jambi ini dilaksanakan di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi. Hadir dalam pelantikan itu dari Kepala Bank Indonesia Perwakilan Jambi, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pimpinan Forkopimda, para kepala daerah atau perwakilannya serta jajaran manajemen Bank Jambi, dan pimpinan OPD Pemprov.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai pelantikan, Al Haris menyampaikan bahwa pelantikan ini menandai komitmen kuat Pemerintah Provinsi Jambi untuk terus melakukan pembenahan di tubuh bank daerah.
Al Haris menegaskan, posisi komisaris utama memiliki peran penting dalam memastikan arah kebijakan perusahaan berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik, transparan, dan akuntabel.
"Bank daerah harus terus diperkuat, baik dari sisi tata kelola, pelayanan, maupun kontribusinya terhadap pembangunan daerah," ujar Al Haris.
Menurutnya, Bank Jambi memiliki posisi strategis sebagai salah satu motor penggerak ekonomi daerah. Karena itu, keberadaan jajaran komisaris dan direksi dituntut mampu membawa lembaga keuangan tersebut semakin kompetitif di tengah tantangan industri perbankan yang terus berkembang.
Al Haris berharap, dengan pengalaman birokrasi dan kapasitas manajerial yang dimiliki Sudirman sebagai Sekda, Bank Jambi dapat semakin solid dalam menjalankan fungsi intermediasi keuangan, terutama dalam mendukung sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pembiayaan pembangunan, hingga peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).
Ia juga menyinggung tantangan yang dihadapi sektor perbankan, termasuk ancaman kejahatan siber, yang menurutnya harus dijawab dengan peningkatan sistem keamanan dan kecanggihan teknologi informasi.
"Kalau sudah diuji, biasanya akan semakin tangguh. Ke depan Bank Jambi harus semakin canggih dan kuat, terutama dalam aspek keamanan digital," tambahnya.
Ia juga menekankan bahwa bank milik daerah tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, tetapi juga harus hadir sebagai instrumen yang menopang program-program prioritas pemerintah.
"Bank Jambi harus menjadi bank kebanggaan masyarakat Jambi, dengan pelayanan yang semakin baik dan kinerja yang terus meningkat," ucap Al Haris
Al Haris berharap kehadiran komisaris utama yang baru ini nantinya mampu membawa kontribusi nyata, termasuk dalam upaya memperkuat permodalan bank hingga mencapai Rp3 triliun. Dia ingin, agar Bank milik daerah itu kembali mandiri dan tidak lagi bergantung pada skema Kelompok Usaha Bank (KUB).
"Target kita ke depan adalah bagaimana Bank Jambi bisa kembali mandiri. Untuk itu perlu sinergi semua pihak, termasuk pemerintah daerah kabupaten/kota dalam memperkuat modal," tegasnya.
Diketahui, penunjukan Sudirman sebagai Komisaris Utama Bank milik daerah ini juga sesuai keputusan bersama para pemegang saham yakni Kepala daerah di Jambi. Penunjukan ini juga dilakukan dalam RUPS yang digelar minggu lalu.
Penunjukan Sudirman juga dinilai mampu menjadikan Bank milik daerah ini menjadi kuat dalam segi pembangunan ekonomi serta memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan manajemen Bank Jambi.
Apalagi, dalam beberapa tahun terakhir, Bank Jambi terus didorong untuk meningkatkan kualitas layanan, termasuk transformasi digital di sektor perbankan.
Langkah penunjukan Sudirman juga dinilai penting agar bank daerah mampu bersaing dengan bank nasional dan menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin mengandalkan layanan keuangan berbasis teknologi.
Dengan pelantikan ini, maka Sekda Sudirman dinyatakan resmi menjabat Komut Bank Jambi periode 2026-2030 mendatang. Sudirman juga menggantikan posisi Emilia yang dinyatakan dalam masa purna.
(csb/csb)
