Waspada! Ini Bahaya Genangan Air Banjir bagi Kesehatan

Waspada! Ini Bahaya Genangan Air Banjir bagi Kesehatan

Muhammad Alyuda Tri Utama - detikSumbagsel
Sabtu, 25 Apr 2026 09:00 WIB
Ilustrasi banjir
Foto: Ilustrasi banjir
Palembang -

Musim hujan dengan intensitas curah yang tinggi kerap disertai dengan genangan air sampai banjir di sejumlah wilayah. Genangan air banjir sering dianggap sebagai hal yang tidak berbahaya, bahkan sebagian orang masih menganggapnya sekadar air biasa, namun ada bahaya di baliknya.

Bahkan banyak anak kecil sering kali memanfaatkan situasi ini untuk bermain air dan berenang. Padahal, dari sudut pandang medis, air banjir merupakan campuran berbagai zat berbahaya yang dapat menjadi sumber penyakit serius.

Berikut detikSumbagsel rangkum mengenai bahaya dari air banjir yang perlu diperhatikan. Yuk, simak penjelasan lengkapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahaya Genangan Air Banjir

Dikutip laman Kemenkes, air banjir biasanya berasal dari luapan sungai, saluran air, hingga air hujan yang bercampur dengan berbagai limbah. Dalam prosesnya, air tersebut sering membawa kotoran manusia dan hewan

Selain itu, air banjir juga membawa berbagai limbah rumah tangga, seperti detergen, sabun, minyak dan lainnya. Adapun hal berbahaya lainnya seperti mikroorganisme berbahaya, bakteri, virus, sampai parasite.

ADVERTISEMENT

Akibatnya, air banjir menjadi media penyebaran penyakit yang sangat cepat dan luas, terutama di lingkungan padat penduduk.

Mengapa Air Banjir Berbahaya?

Secara medis, air banjir termasuk dalam kategori air terkontaminasi berat (highly contaminated water). Artinya, air tersebut mengandung berbagai patogen yang dapat masuk ke dalam tubuh melalui berbagai jalur.

1. Mengandung Mikroorganisme Berbahaya

Air banjir menjadi tempat berkembangnya berbagai mikroorganisme seperti:

  • Bakteri (contoh: Leptospira, E. coli)
  • Virus (penyebab diare dan hepatitis)
  • Parasit (cacing dan protozoa)
  • Mikroorganisme ini dapat bertahan hidup cukup lama di air kotor, terutama dalam kondisi lembap dan hangat.

2. Masuk ke Tubuh dengan Mudah

Air banjir dapat masuk ke dalam tubuh melalui luka terbuka pada kulit atau kontak langsung dengan kulit dalam waktu lama, sampai tertelan secara tidak sengaja, bahkan luka kecil sekalipun bisa menjadi pintu masuk infeksi serius.

3. Lingkungan Ideal untuk Penyakit

Banjir menciptakan kondisi yang lembab, kotor, dan minim sanitasi. Lingkungan seperti ini sangat ideal untuk penyebaran penyakit, baik melalui air, udara, maupun serangga seperti nyamuk.

Penyakit Akibat Air Banjir

Dilansir laman RSUD Teungku Peukan Kabupaten Aceh Barat Daya, berikut penyakit yang diakibatkan air banjir.

1. Leptospirosis (Infeksi dari Urin Tikus)

Leptospirosis adalah salah satu penyakit paling berbahaya yang sering muncul saat banjir. Bakteri Leptospira biasanya berasal dari urin tikus yang terbawa air, bakteri ini dapat masuk melalui kulit yang lecet atau luka kecil, kemudian menyebar ke aliran darah dan menyerang organ tubuh.

Dampak serius infeksi dari urin tikus ini adalah kerusakan hati, gagal ginjal, hingga gangguan pernapasan. Jika tidak ditangani, penyakit ini bisa berakibat fatal.

2. Penyakit Kulit (Infeksi Bakteri & Jamur)

Paparan air banjir dalam waktu lama dapat merusak lapisan pelindung kulit. Jika, kulit yang terus-menerus terkena air kotor akan menjadi lembap, sehingga memudahkan bakteri dan jamur berkembang. Dampaknya adalah

  • Infeksi kulit
  • Gatal dan iritasi
  • Luka bernanah
  • Penyakit seperti kutu air

3. Diare dan Infeksi Saluran Pencernaan

Air banjir sangat mudah mencemari makanan dan minuman, bakteri seperti Escherichia coli (E. coli) dapat masuk ke sistem pencernaan dan menyebabkan gangguan serius. Dampaknya adalah diare akut, muntah, hingga Dehidrasi, pada anak-anak, kondisi ini bisa berbahaya jika tidak segera ditangani.

4. Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA)

Lingkungan banjir yang lembap meningkatkan risiko penyebaran kuman di udara, dengan udara yang tercemar dan kondisi tubuh yang lemah membuat virus dan bakteri lebih mudah menyerang saluran pernapasan. Dampaknya penyakit seperti batuk, pilek, sampai sesak napas sangat mudah terjangkit.

5. Demam Berdarah (DBD)

Genangan air menjadi tempat ideal bagi nyamuk berkembang biak. Nyamuk Aedes aegypti bertelur di air yang tergenang. Dalam waktu singkat, jumlah nyamuk bisa meningkat drastis sehingga akan merasa demam, nyeri sendi, hingga pendarahan.

6. Tetanus

Bakteri penyebab tetanus dapat masuk melalui luka yang terkena air banjir, Bakteri ini menghasilkan racun yang menyerang sistem saraf. Dampaknya Dapat berakibat pada kejang otot, kaku pada tubuh dan gangguan pernapasan

7. Hepatitis A

Penyakit ini menyebar melalui makanan atau air yang terkontaminasi, virus hepatitis menyerang hati dan dapat menyebar dengan cepat di lingkungan yang tidak higienis.

Cara Pencegahan Saat Banjir

Dikutip laman Dinkes Mamuju, cara mencegah dan menjaga diri terhindar dari penyakit saat banjir yakni:

1. Menghindari Kontak Langsung

Gunakan pelindung seperti sepatu boot karena kaki adalah bagian tubuh yang paling sering terkena air banjir.

2. Menjaga Kebersihan Tubuh

Setelah terkena air banjir, segera mandi dengan sabun dan membersihkan bagian tubuh yang terkena, ini penting untuk membunuh kuman sebelum masuk ke tubuh.

3. Melindungi Luka

Luka sekecil apapun harus ditutup rapat karena luka yang terbuka adalah jalur tercepat infeksi masuk ke dalam tubuh.

4. Mengonsumsi Air Bersih

Air minum harus benar-benar higienis, jika air yang dikonsumsi tercemar maka dapat menyebabkan penyakit serius.

5. Menjaga Lingkungan

Membersihkan genangan air dapat mencegah berkembangnya nyamuk dan bakteri, sehingga tubuh dapat terhindar dari berbagai penyakit.

Air banjir bukan hanya air biasa, melainkan campuran berbahaya yang mengandung berbagai sumber penyakit. Risiko kesehatan yang ditimbulkan tidak bisa dianggap sepele, karena dapat menyerang berbagai sistem tubuh mulai dari kulit, pencernaan, hingga organ vital.

Demikian informasi yang telah detikSumbagsel rangkum mengenai bahaya dari genangan air banjir yang dapat mengganggu kesehatan tubuh, semoga bermanfaat ya!

Artikel ini ditulis oleh Muhammad Alyuda Tri Utama peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Video: Akses Jalan Raya Sapan Terganggung Imbas Banjir Sejak Sabtu"
[Gambas:Video 20detik]
(mep/mep)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads