Peremajaan sawit rakyat (PSR) di Sumatera Selatan ditargetkan dilakukan di delapan kabupaten pada tahun ini. Luas distribusi program itu mencapai 3.600 hektare.
Plt Kepala Dinas Perkebunan Sumsel Ichwansyah mengatakan alokasi terbesar berada di Kabupaten Musi Banyuasin dan Ogan Komering Ilir (OKI). Masing-masing kabupaten itu mendapat alokasi PSR seluas 1.000 hektare.
"Alokasi PSR 2026 dilakukan di delapan kabupaten seluas 3.600 hektare. Paling banyak di OKI dan Muba. Sisanya di OKU, Banyuasin, Muara Enim, Muratara, Mura, dan Lahat," ujar Ichwansyah, Senin (20/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain OKI dan Muba yang mendapat 2.000 hektare, PSR di Ogan Komering Ulu, Banyuasin, Muara Enim, dan Muratara masing-masing memperoleh 300 hektare. Sedangkan Lahat 250 hektare dan Mura 150 hektare.
Dia mengungkapkan untuk total rekomendasi teknis (rekomtek) PSR di Sumsel sepanjang 2017-2025 mencapai 75.016 ha. Dari jumlah itu, terdapat 1.884 hektare yang mengundurkan diri.
Sementara itu, seluas 67.395 hektare telah melalui proses tumbang chipping, 66.015 hektare sudah ditanam, dan 1.380 hektare sudah chipping tetapi belum tanam.
"Dari total rekomtek, realisasi tanam sudah 66.015 hektare dan terdapat anggota mengundurkan diri, belum melakukan chipping, serta ada areal yang belum tanam padahal sudah chipping," katanya.
Berdasarkan sebaran wilayah, realisasi rekomtek PSR periode 2017-2025 terbesar berada di OKI dengan 37.074 hektare, Musi Banyuasin 21.665 hektare, Muara Enim 6.389 hektare, dan Musi Rawas 2.561 hektare.
Lalu, di Banyuasin 1.988 hektare, OKU 1.950 hektare, Lahat 1.913 hektare, Muratara 999 hektare, dan Prabumulih 473 hektare.
"Untuk realisasi rekomtek tiap tahunnya, pada 2017 sebanyak 6.343 hektare, 2018 seluas 9.412 hektare, 2019 mencapai 13.103 hektare, 2020 seluas 12.377 hektare, 2021 6.924 hektare, 2022 itu seluas 10.168 hektare, 2023 seluas 11.639 hektare, 2024 seluas 3.408 hektare, dan 2025 seluas 1.636 hektare," tukasnya.
(dai/dai)











































