Foto memperlihatkan seorang pria asal Lubuklinggau, Sumatera Selatan, tbernama Rahmat Julijanto, terbaring sakit diduga di salah satu rumah sakit Kamboja viral di media sosial. Diketahui pria tersebut tidak bisa pulang ke Indonesia lantaran tidak memiliki biaya.
Rahmat Julijanto merupakan warga Jalan Waringin, Kelurahan Puncak Kemuning, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Lubuklinggau, Sumatera Selatan.
Dalam foto yang beredar tersebut, terlihat korban sedang terbaring dalam perawatan di salah satu rumah sakit di Kamboja. Tertulis keterangan bahwa sebelumnya Rahmat sempat tinggal di sekitar kantor KBRI Kamboja dan saat ini tidak memiliki biaya untuk kembali ke Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian dalam postingan itu menyebutkan bahwa HP milik Rahmat sempat rusak sehingga seluruh kontak keluarganya telah terhapus.
Terkait dengan beredarnya foto tersebut, Ketua RT-03, Kelurahan Puncak Kemuning, Kopli membenarkan bahwa Rahmat merupakan warganya.
"Iya benar, itu warga kita. Tapi setahu saya beliau bekerja di Jakarta, bukan Kamboja," katanya, Jumat (17/4/2026).
Kopli mengatakan dari informasi yang ia terima dari pihak keluarga, Rahmat terakhir pulang ke Lubuklinggau tahun 2023.
"Semalam sudah saya tanya ke neneknya, dia bilang kalau Rahmat ini pulang ke Lubuklinggau tahun 2023 silam. Sejak saat itu tidak pernah pulang lagi," ujarnya.
Ia menjelaskan orang tua Rahmat sudah lama meninggal dunia sehingga setelah selesai sekolah, Rahmat pergi merantau ke Jakarta tahun 2020.
"Dia ini berdua, kalau adiknya kerja di Lubuklinggau. Dia bilang sudah ditelepon pihak KBRI, kata pihak KBRI diminta untuk biaya rumah sakit dan bila ingin dipulangkan itu biaya ditanggung keluarga," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Lubuklinggau Hasan Andria mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan terkait kebenaran informasi tersebut.
"Malam (Kamis) tadi sudah saya sebarkan ke pihak saya untuk menelusuri informasi tersebut. Sampai saat ini belum ada yang menyampaikan ataupun melapor ke kami," ujarnya.
"Kalaupun keluarganya ada silahkan melapor kepada kami agar bisa dibantu, karena informasi yang kami dapat saat ini masih belum jelas," ujarnya.
(csb/csb)











































