Calon Jemaah Haji Sumsel Wajib dalam Kondisi Sehat dan Layak Terbang

Sumatera Selatan

Calon Jemaah Haji Sumsel Wajib dalam Kondisi Sehat dan Layak Terbang

Widia Ardhana - detikSumbagsel
Minggu, 19 Apr 2026 06:30 WIB
Ilustrasi haji
Foto: Ilustrasi haji (Getty Images/Shakeel Sha)
Palembang -

Persyaratan kesehatan jemaah haji 2026 menegaskan adanya sejumlah penyakit yang dapat menggagalkan keberangkatan jemaah ke Arab Saudi. Karena setiap jemaah wajib dalam kondisi sehat serta bebas dari penyakit berat maupun menular.

Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Palembang, Emmilya Rosa, menyampaikan bahwa sejumlah penyakit yang menjadi perhatian meliputi jantung berat yang tidak terkontrol, gagal ginjal tahap akhir, gangguan mental berat, kanker stadium lanjut, serta penyakit menular berbahaya seperti tuberkulosis (TBC) aktif.

"Pemerintah Arab Saudi mensyaratkan bahwa setiap jemaah harus mampu secara fisik dan tidak menderita penyakit menular atau kronis berat yang dapat membahayakan dirinya maupun orang lain," ujarnya, Rabu (15/4/2026)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan, calon jemaah yang terindikasi mengalami kondisi tersebut berpotensi tidak diberangkatkan. Hal ini menjadi bagian dari upaya perlindungan kesehatan selama pelaksanaan ibadah haji.

"Jadi mohon maaf, kalau nanti ada yang indikasi positif, berarti tidak bisa kita berangkatkan," katanya.

ADVERTISEMENT

Emmilya menyebut, seluruh jemaah wajib berada dalam kondisi stabil dan layak terbang. Pemeriksaan kesehatan akan dilakukan secara menyeluruh oleh tim medis guna memastikan kesiapan fisik jemaah sebelum keberangkatan.

"Semua jemaah harus dalam kondisi stabil dan layak terbang, serta mampu menjalankan rangkaian ibadah secara mandiri. Pemeriksaan kesehatan nanti akan dilakukan secara menyeluruh oleh tim medis untuk melihat kesiapan fisik jemaah," ujarnya.

Kata Emmilya, pemeriksaan kesehatan akhir untuk menentukan kelayakan terbang setiap calon jemaah dijadwalkan mulai berlangsung pada 21 April, bertepatan dengan masuknya jemaah ke asrama haji.

Pemeriksaan ini melibatkan tenaga medis untuk menilai kondisi kesehatan setiap jemaah secara menyeluruh. Jika ditemukan kondisi yang belum memenuhi syarat, jemaah akan dirujuk untuk pemeriksaan lanjutan hingga penetapan status akhir kelayakan.

"Kita akan lakukan pemeriksaan, dan nanti ditentukan apakah jemaah tersebut laik atau tidak laik terbang," tuturnya.

Artikel ini ditulis oleh Widia Ardhana peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads