Pemerintah Kota Palembang memastikan pertumbuhan ekonomi daerah tetap stabil di tengah dinamika geopolitik global. Pertumbuhan ekonomi Kota Palembang tercatat sebesar 5,6 persen.
Perekonomian Kota Palembang tetap menunjukkan tren positif di tengah memanasnya situasi geopolitik global. sementara daya beli masyarakat masih tinggi, sehingga aktivitas ekonomi daerah dinilai tetap stabil.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Palembang, Isnaini Madani, menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Kota Palembang saat ini menunjukkan bahwa geliat ekonomi daerah masih berada pada jalur yang sesuai dengan target dan harapan pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meski geopolitik global memanas seperti konflik Iran, Israel, dan Amerika Serikat, ekonomi Palembang tetap bertahan, meski dampak makro tetap berpotensi terjadi," ujarnya saat ditemui, Rabu (15/4/2026).
Menurutnya, meskipun kondisi global tengah diwarnai ketegangan geopolitik perekonomian Palembang tetap menunjukkan ketahanan. Namun, ia tidak menampik bahwa dampak tidak langsung tetap berpotensi terjadi, terutama pada sektor makro ekonomi.
"Biasanya yang terpengaruh signifikan itu harga minyak dunia, kemudian harga emas, dan juga barang-barang impor. Ini tentu sedikit banyak akan berdampak pada perekonomian secara makro," ujarnya.
Kendati demikian, hingga saat ini dampak tersebut belum dirasakan secara signifikan di tingkat daerah, khususnya pada sektor pariwisata dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Isnaini mencontohkan tingginya antusiasme masyarakat saat uji coba kegiatan Car Free Night (CFN) di Palembang. Dalam waktu singkat, kegiatan tersebut mampu menarik banyak pengunjung dan meningkatkan transaksi pelaku usaha, khususnya di sektor kuliner.
"Untuk sementara ini belum ada efek, belum ada untuk khususnya untuk pariwisata. Contohnya kalo kita lihat pas CFN kemarin. Baru satu jam saja, kuliner sudah banyak yang habis. Ini menunjukkan bahwa daya beli masyarakat masih tetap tinggi," katanya.
Ia menambahkan, daya beli masyarakat merupakan salah satu indikator penting dalam mengukur kekuatan ekonomi suatu daerah. Tingginya daya beli mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi berjalan dengan baik dan masyarakat memiliki kemampuan untuk berbelanja.
Dengan kondisi tersebut, Pemerintah Kota Palembang optimistis perekonomian daerah akan tetap stabil dan terus tumbuh, meskipun menghadapi tantangan dari dinamika global.
Di sisi lain, BI memprediksi pertumbuhan ekonomi Palembang pascaLebaran tetap tumbuh meski melambat di kisaran 4,93 hingga 5,7 persen, serta terus mengantisipasi inflasi melalui pasar murah dan kerja sama antardaerah.
Kepala Perwakilan (BI) Sumatera Selatan Bambang Pramono mengatakan, digitalisasi UMKM di Palembang menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi lokal, termasuk berbasis syariah, sekaligus membuka peluang pembiayaan yang lebih luas, baik dari perbankan maupun investor.
"Harapannya kalau ini terus semakin banyak, tentunya bisa menjadi sumber pembiayaan bagi perbankan syariah dan bahkan kepada investor-investor asing ke depannya," ujarnya.
Ia menyebutkan, salah satu fokus pengembangan berada di Kampung Pempek 26 Ilir Palembang. Kawasan ini dinilai memiliki potensi besar sebagai pusat kuliner khas yang dapat diperkuat melalui sistem transaksi digital.
Menurutnya, digitalisasi tersebut bertujuan memastikan konsumen merasa nyaman saat berbelanja, baik menggunakan pembayaran tunai maupun non-tunai. Selain itu, penerapan prinsip syariah yang ramah muslim juga menjadi nilai tambah bagi daya tarik kawasan tersebut.
Bambang memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Palembang setelah Lebaran tetap menunjukkan tren positif meski mengalami perlambatan, seiring dengan pola konsumsi masyarakat yang biasanya menurun usai periode Ramadan dan Idulfitri.
"Pertumbuhan ekonomi kalau di Lebaran biasanya kalau polanya habis Lebaran dia masih tumbuh, tapi agak melambat. Nah, ini berapa melambatnya tentunya makanya kita menjaga tidak jauh-jauhlah angkanya," jelasnya.
Ia menyebutkan, pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 4,93 persen hingga 5,7 persen, dengan berbagai upaya terus dilakukan untuk mendorong peningkatan dari capaian sebelumnya.
Artikel ini ditulis oleh Mutiara Helia Praditha peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.
(dai/dai)











































