- Tips Berkebun di Rooftop Rumah
- 1. Cek Kondisi dan Kekuatan Struktur Rooftop
- 2. Pilih Wadah dan Media Tanam yang Sesuai
- 3. Pilihlah Tanaman yang Cocok untuk Rooftop
- 4. Buat Jadwal Penyiraman Rutin
- 5. Bantu Nutrisi Melalui Pemupukan Rutin
- 6. Rutin Lakukan Pemeriksaan Tanaman
- 7. Pelajari Teknik Pemanenan dan Perawatan Berkelanjutan
- 8. Rencanakan Penempatan Furnitur dan Pencahayaan dengan Cermat
Memanfaatkan rooftop rumah sebagai tempat berkebun dapat menjadi pilihan bagus untuk memanfaatkan lahan kosong yang tersedia. Kebun di atap rumah ini juga dikenal dengan istilah rooftop garden dan memiliki berbagai manfaat.
Selain menambah nilai estetika hunian, rooftop garden juga dapat membantu meningkatkan kualitas udara di sekitar rumah sekaligus menyediakan bahan pangan segar.
Namun perlu dipahami kalau berkebun di rooftop rumah memang perlu sejumlah hal yang harus diketahui. Mengingat berkebun di rooftop berbeda dengan berkebun di tanah kosong.
Berikut detikSumbagsel sajikan informasi mengenai 9 cara untuk mulai berkebun di rooftop rumah. Yuk, simak!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tips Berkebun di Rooftop Rumah
Dilansir dari berbagai sumber, berikut sejumlah tips untuk memulai berkebun di rooftop yang dapat detikers pelajari, di antaranya:
1. Cek Kondisi dan Kekuatan Struktur Rooftop
Hal pertama yang perlu diperhatikan untuk memulai berkebun di rooftop adalah memastikan rooftop rumah untuk menahan beban tambahan dari pot, tanah, air, dan tanaman.
Selain itu perhatikan apakah rooftop juga mendapatkan paparan sinar matahari dengan ideal. Perlu diketahui, idealnya atap mendapatkan sinar matahari 6-8 jam agar tanaman dapat tumbuh dengan optimal.
Pantau kondisi cahaya harian untuk menentukan posisi terbaik bagi tanaman. Selain itu, pastikan jika area kebun mudah diakses untuk penyiraman, perawatan, dan pemanenan.
2. Pilih Wadah dan Media Tanam yang Sesuai
Pemilihan wadah atau media tanam juga penting diperhatikan bagi detikers yang ingin memulai berkebun di rooftop. Pilihlah wadah yang ringan tetapi kokoh, seperti pot plastik, grow bag, ember bekas, atau karung tanam.
Pastikan wadah memiliki lubang drainase yang baik agar air tidak menggenang. Untuk media tanam, gunakan campuran yang ringan, gembur, dan memiliki drainase baik.
Kombinasi tanah pot komersial, kompos, perlit, atau vermikulit adalah pilihan yang tepat. Hindari tanah kebun yang cenderung padat dan berat karena tidak cocok untuk wadah. Media yang baik dapat mendukung pertumbuhan akar sekaligus menjaga kelembapannya dengan baik.
3. Pilihlah Tanaman yang Cocok untuk Rooftop
Tidak dapat dipungkiri pemilihan tanaman yang cocok untuk perkebunan rooftop adalah kunci pentingnya. Sayuran daun seperti kangkung, sawi, bayam, selada, dan pakcoy sangat cocok ditanam karena akarnya yang dangkal dan masa panennya cepat. Selain itu tanaman ini juga dapat dipanen dengan mudah.
4. Buat Jadwal Penyiraman Rutin
Penting bagi detikers untuk memiliki jadwal penyiraman tanaman yang rutin. Hal ini dikarenakan atap rumah cenderung lebih panas dan berangin sehingga tanaman lebih mudah kering. Apabila kondisi sekitar panas, penyiraman dua kali sehari dimungkinkan.
Pastikan wadah memiliki drainase baik supaya air tidak menggenang. Selain itu penting untuk memperhatikan waktu penyiraman, misalnya penyiraman pada pagi hari membantu mengurangi penguapan dan mencegah risiko penyakit jamur pada daun.
5. Bantu Nutrisi Melalui Pemupukan Rutin
Perlu diketahui jika media tanam dalam pot memiliki nutrisi yang terbatas oleh karena itu pemupukan harus dilakukan lebih rutin. Oleh karena itu mempergunakan pupuk organik cair, pupuk butiran lepas lambat, dan kompos dapat membantu memperkaya nutrisi tanaman.
Berikan pupuk sesuai aturan petunjuk yang tersedia pada kemasan. Perhatikan juga sejumlah tanda kecil seperti daun yang mulai menguning yang menandakan jika tanaman tersebut kekurangan nutrisi atau pertumbuhan lambat.
6. Rutin Lakukan Pemeriksaan Tanaman
Selain penyiraman dan pemupukan, memeriksa hama seperti kutu daun, ulat, atau penyakit jamur juga sama pentingnya. Lakukan pemeriksaan rutin agar dapat mendeteksi masalah lebih awal dan jaga kebersihan kebun dengan membuang daun kering atau tanaman yang sakit.
7. Pelajari Teknik Pemanenan dan Perawatan Berkelanjutan
Bagi detikers yang belum berpengalaman, mempelajari teknik pemanenan yang tepat dapat menjadi pilihan tepat. Dengan teknik yang sesuai maka dapat merangsang pertumbuhan baru pada tanaman. Untuk sayuran daun, panenlah daun terluar secara berkala. Sementara itu untuk buah seperti tomat dan cabai, panen saat warna telah matang sempurna.
Selain itu lakukan juga pemangkasan rutin untuk menjaga pertumbuhan tanaman agar tetap sehat dan produktif. Setelah selesai masa panen, tambahkan kompos baru atau ganti sebagian media tanam agar nutrisi tetap terjaga. Perawatan berkelanjutan adalah kunci supaya kebun tetap subur sepanjang tahun.
8. Rencanakan Penempatan Furnitur dan Pencahayaan dengan Cermat
Apabila detikers tidak ingin sekadar menjadikan rooftop sebagai kebun saja, detikers juga dapat menambah sejumlah furnitur untuk sebagai tempat bersantai sembari melihat kebun hijau milik detikers.
Namun perlu diingat untuk memilih furnitur seperti tempat duduk yang tahan dengan cuaca. Selain itu dengan pencahayaan yang tepat, kebun akan tampak memukau terutama pada malam hari.
Demikian sejumlah cara untuk mulai berkebun di rooftop. Semoga bermanfaat ya detikers!
Artikel ini ditulis oleh Bagus Rahmat Nugroho, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.
(dai/dai)











































