Kebakaran melanda ruang guru SMP Muhammadiyah yang berada di Kelurahan Pasar II, Kecamatan Prabumulih Utara, Kota Prabumulih, pada Minggu malam (5/4/2026). Kebakaran ini diduga akibat korsleting listrik.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.30 WIB dan sempat membuat warga sekitar panik lantaran kobaran api terlihat cukup besar dari bagian depan bangunan sekolah.
Kebakaran diketahui pertama kali oleh warga yang melintas di sekitar lokasi kejadian, tepatnya di Jalan Surip, Kelurahan Pasar II. Warga kemudian segera menyampaikan informasi tersebut kepada warga sekitar bernama Ujang Kemis (53).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mendapat informasi itu, saya langsung ke lokasi bersama warga lainnya. Saat sampai di sana, api sudah cukup besar dan membakar bagian depan ruang guru," ujar Ujang kepada polisi, Senin (6/4/2026).
Menurutnya, kobaran api tidak hanya terlihat dari luar, tetapi juga sudah menjalar ke bagian dalam ruangan, sehingga memicu kekhawatiran api akan merembet ke ruangan lain di lingkungan sekolah.
Upaya pemadaman sempat mengalami kendala karena pintu gerbang sekolah dalam kondisi terkunci. Warga yang panik akhirnya berinisiatif membuka pagar secara paksa agar bisa masuk ke area sekolah dan segera memadamkan api.
"Kami terpaksa membuka paksa gerbang karena takut api makin besar. Kalau tidak cepat ditangani, bisa habis semua bangunan," ungkapnya.
Dengan menggunakan peralatan seadanya, warga bahu-membahu berupaya memadamkan api. Berkat kerja sama tersebut, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.30 WIB atau satu jam setelah pertama kali diketahui.
Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah, Jaliah (62), turut memberikan keterangan kepada pihak berwajib bahwa api memang cukup cepat membesar di bagian depan ruang guru.
"Alhamdulillah kami bersyukur warga cepat membantu sehingga tidak sampai menjalar ke ruangan lain," katanya.
Sementara itu, Kapolsek Prabumulih Barat Iptu Tomas Siswo Purnomo mengatakan tidak ada korban jiwa dari kejadian tersebut dia mengatakan bahwa pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari para saksi.
"Dari hasil olah TKP tidak ada korban jiwa dari kejadian itu dan keterangan saksi, kebakaran diduga berasal dari arus pendek listrik," katanya.
Dia juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh instalasi listrik.
"Kami mengimbau agar masyarakat memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman guna mencegah kejadian serupa," tambahnya.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Warga juga diminta segera melaporkan jika menemukan potensi bahaya kebakaran di lingkungan sekitar agar dapat segera ditangani.
Akibat kejadian tersebut, yang terbakar hanya ruang guru yang mengalami kerusakan yang cukup signifikan, terutama pada bagian depan bangunan. Sejumlah jendela rusak, plafon mengalami kerusakan, serta beberapa peralatan elektronik di dalam ruangan turut terdampak.
(dai/dai)











































