Anak Sumsel Tembus e-Sport Dunia dalam Turnamen Free Fire di Palembang

Sumatera Selatan

Anak Sumsel Tembus e-Sport Dunia dalam Turnamen Free Fire di Palembang

Welly Jasrial Tanjung - detikSumbagsel
Minggu, 05 Apr 2026 23:00 WIB
Free Fire Nusantara Series (FFNS) 2026 spring yang digelar di Palembang
Foto: Free Fire Nusantara Series (FFNS) 2026 spring yang digelar di Palembang (Welly Jasrial Tanjung)
Palembang -

Dunia game kini tak lagi sekedar hiburan. Di tangan generasi muda, e-sports berubah menjadi peluang cuan dengan nilai fantastis hingga ratusan juta rupiah.

Hal terlihat dari gelaran Free Fire Nusantara Series (FFNS) 2026 spring yang digelar di Palembang dengan total hadiah mencapai Rp 850 juta.

Salah satu bukti nyata datang dari Rapik Hidayat alias Koja, pro player asal Musi Banyuasin, Sumatera Selatan yang sukses menembus panggung internasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Awalnya cuma mau biasa seperti orang kebanyakan. Namun lama-lama diseriusi. Kuncinya latihan terus dan konsisten," kata Rapik, Minggu (5/4/2026).

Pemain tim Bigetron by Vitality itu,kini menjadi salah satu atlet e-sports berprestasi. Ia bahkan meraih posisi ketiga di Esport World Cup 2025.

ADVERTISEMENT

Menurut Rapik, peluang menjadi produk player terbuka luas, terutama bagi anak muda yang serius menekuni dunia game.

"Sekarang e-sports bukan sekedar hobi. Kalau ditekuni bisa menghasilkan cuan dan jadi profesi," ujarnya.

Ia menyarankan pemula untuk aktif mengikuti turnamen dan bergabung dengan komunitas agar peluang dikirim tim profesional semakin besar.

Sementara itu, Palembang dipilih menjadi tuan rumah Grand Final FFNS 2026 Spring bukan tanpa alasan. Tingginya antusiasme komunitas serta banyak talenta e-sports dari Sumsel menjadi faktor utama.

Game Producer Garena Free Fire Indonesia, Christiandy Franciscus mengatakan Palembang memiliki basis pemain yang besar dan terus berkembang setiap tahun.

"Kami melihat komunitas Free Fire di Sumatera, khususnya Palembang, sangat aktif. Selain itu, banyak talenta dari daerah ini yang mampu bersaing hingga level nasional bahkan internasional," ujarnya.

Selain faktor komunitas, pemilihan Palembang juga menjadi upaya pemerataan ekosistem e-sports agar tidak hanya terpusat di Jakarta.

"Kami ingin membawa e-sports lebih dekat ke komunitas di daerah," katanya.

Dalam Grand Finals FFNS 2026 Spring itu sebanyak 12 tim terbaik Indonesia akan bertarung hingga maksimal 10 ronde.

Tim yang mampu mengumpulkan minimal 80 poin dan meraih Booyah akan keluar sebagai juara nasional serta membawa pulang hadiah utama Rp 250 juta dari total prize pool Rp 850 juta.

Tak hanya itu, tim juara juga akan mewakili Indonesia di ajang internasional Free Fire World Series (FFWS) Southeast Asia 2026 Spring di Vietnam. Menariknya, ajang ini juga memadukan e-sports dengan budaya lokal melalui penampilan seni tradisional khas Palembang, sehingga memberikan pengalaman berbeda bagi penonton.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads