Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan memprioritaskan sejumlah kabupaten dengan karakteristik lahan gambut dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada tahun ini.
Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan daerah yang menjadi fokus penanganan adalah wilayah yang memiliki potensi tinggi terjadinya karhutla.
"Ada beberapa kabupaten yang menjadi prioritas penanganan karhutla di Sumsel, yaitu daaerah yang memiliki lahan gambut seperti OKI, OI, Banyuasin, Muara Enim, Muba, PALI, Muratara, Mura, OKUT dan OKU," katanya, Kamis (2/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, untuk mengantisipasi karhutla, BPBD Sumsel telah menyiapkan delapan langkah strategis yang akan dilakukan secara terkoordinasi.
"Untuk mengantisipsi karhutla tahun ini terdapat delapan poin yang akan dilakukan, yaitu memperkuat koordinasi penanganannya, melakukan sosialisasi mengenai larangan, juga melaksanakan patroli darat dan udara terutama di daerah rawan," ujarnya.
Selain itu, BPBD juga akan memperkuat kesiapsiagaan di lapangan melalui berbagai upaya pendukung, termasuk penyediaan sumber air dan penempatan personel di titik-titik rawan.
"Juga akan memperbanyak sumber-sumber air, menyiapkan personel di titik-titik tertentu, segera menetapkan status siaga darurat, mendorong partisipasi masyarakat dan mendorong pemerintah untuk ikut mencegah karhutla secara langsung," ujarnya.
BPBD Sumsel juga berharap pemerintah kabupaten dan kota dapat bergerak cepat dalam menetapkan status siaga darurat agar penanganan dapat dilakukan secara optimal.
"Harapannya, agar kabupaten/kota dapat menetapkan status lebih cepat supaya kami bisa siap siaga, dan semoga kebakaran hutan dan lahan tahun ini tidak terjadi seperti tahun-tahun sebelumnya," ungkapnya.
Baca juga: Pemprov Sumsel Bersiap Hadapi Karhutla! |
Artikel ini ditulis oleh Rika Amelia Peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker detik.com
(csb/csb)











































