Pria di Lahat Ditemukan Tewas Gantung Diri di Rumahnya

Sumatera Selatan

Pria di Lahat Ditemukan Tewas Gantung Diri di Rumahnya

Rio Roma Dhoni - detikSumbagsel
Rabu, 01 Apr 2026 20:40 WIB
Polisi saat mengevakuasi jasad pria yang gantung diri di rumah
Polisi saat mengevakuasi jasad pria yang gantung diri di rumah (Foto: Istimewa/Polres Lahat)
Lahat -

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Pria di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan berinisial AM (20) ditemukan tewas gantung diri. Korban diduga tewas usai terlibat selisih paham dengan istrinya.

Korban ditemukan tewas di rumahnya Desa Tanjung Telang, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat pada Selasa (31/3/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.

Jasanya pertama kali ditemukan oleh ayahnya, yang mencium bau tak sedap dari belakang rumah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian ayahnya meminta bantuan warga untuk memeriksa kondisi di dalam kediamannya. Setelah pintu dibuka, korban ditemukan sudah tak bernyawa dengan posisi tergantung.

Warga yang berada di lokasi kemudian melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Saat ditemukan, tubuh korban sudah dalam kondisi membengkak, diperkirakan korban sudah beberapa hari meninggal.

ADVERTISEMENT

Kasubsi Penmas Polres Lahat Aiptu Lispono mengatakan diduga korban nekat mengakhiri hidupnya karena permasalahan keluarga.

kata dia, berdasarkan keterangan saksi, korban dan istrinya sempat berselisih paham sehingga membuat sang istri meninggalkan rumah dan anak mereka.

"Diduga karena permasalahan rumah tangganya dengan Istrinya, lalu istrinya pergi meninggalkan rumah dengan membawa anaknya," tulisnya dari keterangan resmi yang diterima, Rabu (1/4/2026).

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Nandang Mu'min Wijaya mengatakan Polres Lahat telah melaksanakan penanganan sesuai prosedur serta mengedepankan pendekatan humanis.

"Personel kami merespons cepat laporan masyarakat, melakukan pengecekan TKP, dan pendataan sesuai ketentuan. Kami juga menghormati keputusan keluarga serta menyampaikan duka cita yang mendalam," ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak ragu mencari bantuan, apabila menghadapi tekanan psikologis atau permasalahan berat.

"Jangan hadapi beban hidup sendirian. Keluarga, sahabat, maupun lingkungan sekitar adalah sumber dukungan. Jika membutuhkan bantuan, masyarakat dapat menghubungi layanan kepolisian 110 yang siaga 24 jam," ujarnya.




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads