Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Palembang Dewi Sastrani Ratu Dewa menekankan pentingnya peran keluarga sebagai fondasi utama dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
Hal tersebut disampaikannya saat kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) di Kelurahan Sri Mulya, Kecamatan Sematang Borang. Dalam arahannya, Dewi menegaskan bahwa keluarga menjadi kunci dalam membentuk sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.
"Kita tidak bisa menampik kemajuan zaman. Karena itu, keluarga harus mampu beradaptasi tanpa meninggalkan nilai moral dan akhlak," katanya, Rabu (1/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dewi mengungkapkan, keluarga yang harmonis, sehat, dan memiliki budi pekerti yang baik akan lebih siap menghadapi berbagai dinamika kehidupan di era modern.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan monev bukan sekadar rutinitas administratif. Ia menyebut, evaluasi ini menjadi sarana penting untuk mengukur efektivitas program sekaligus mengidentifikasi kendala yang dihadapi kader di lapangan.
"Dari sini kita bisa melihat hambatan nyata, lalu menyusun langkah perbaikan agar program berjalan optimal dan tepat sasaran," ungkapnya.
Dewi juga turut mendorong pengaktifan kembali kelompok Dasawisma di Kelurahan Sri Mulya. Langkah ini, menurutnya penting untuk memastikan pelaksanaan program dapat terpantau secara menyeluruh, khususnya dalam mendukung pilot project di Kecamatan Sematang Borang.
Selain itu, ia juga menginstruksikan seluruh kader PKK dan tim pendamping keluarga untuk memperkuat kolaborasi hingga tingkat RT dan RW.
"Kader harus proaktif turun ke masyarakat, melakukan pendekatan kepada ibu-ibu dan warga. Kita ingin Sri Mulya menjadi contoh yang bisa direplikasi di wilayah lain di Palembang," tegasnya.
Melalui sinergi antara kader dan masyarakat, program Keluarga Sehat, Tanggap, dan Tangguh Bencana diharapkan mampu menjadi penggerak peningkatan kualitas hidup masyarakat di Kota Palembang.
(csb/csb)











































