Dinas Pendidikan (Disdik) Palembang menginstruksikan seluruh sekolah memperketat kewaspadaan terhadap penyakit menular. Hal ini menyusul lonjakan kasus campak dan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Palembang.
Instruksi ini wajib dijalankan seluruh satuan pendidikan mulai Senin (30/3/2026), tepat di hari pertama masuk sekolah pasca-libur Lebaran. Pihak sekolah diminta melakukan langkah pencegahan masif guna memutus rantai penularan di lingkungan belajar.
Sekretaris Dinas Pendidikan Palembang, Heru Hermawan, menegaskan kebersihan lingkungan sekolah tidak boleh diabaikan. Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) harus dilakukan secara masif dan rutin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mengingat kewaspadaan kasus campak dan DBD, seluruh sekolah wajib tingkatkan kebersihan dan lakukan PSN," ujarnya kepada detikSumbagsel, Senin (30/3/2026).
Menurutnya, siswa juga diharuskan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Edukasi mengenai pencegahan penyakit harus menjadi bagian dari arahan sekolah kepada peserta didik.
Disdik juga mengimbau pihak sekolah agar proaktif memantau kondisi fisik siswa. Jika ditemukan gejala klinis seperti demam tinggi atau ruam, langkah medis harus segera diambil.
"Sekolah harus segera koordinasi dengan Dinkes atau Puskesmas setempat jika ditemukan gejala penyakit pada siswa," tegasnya.
Langkah ini diambil untuk memastikan sekolah tidak menjadi klaster baru penyebaran penyakit. Disdik berkomitmen menjaga lingkungan belajar tetap aman dan sehat pascalibur panjang.
Artikel ini ditulis oleh Nadiya, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.
(dai/dai)











































