Rumah Indra, warga Palembang, Sumatera Selatan, ternyata sudah dua kali dilempar molotov oleh orang tak dikenal (OTK). Hal itu diketahui berdasarkan rekaman CCTV yang ada di rumah korban.
Diketahui, pelemparan diduga molotov itu terjadi di Jalan Demang Lebar Daun, Palembang, pada Selasa (24/3/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.
"(Dua kali) Kalau awal terjadinya Januari, awal tahun baru. Itu yang pertamanya kan. Kalau proses yang keduanya tanggal 24 Maret ini, kurang lebih di jam 2 malam," katanya kepada detikSumbagsel, Kamis (26/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indra menjelaskan bahwa meski ini adalah kejadian kedua, dirinya belum mengetahui motif di balik serangan tersebut. Karyawan swasta ini menegaskan bahwa pelaku merupakan OTK yang ciri-cirinya identik dengan pelaku pada aksi pertama.
"Orang yang tidak dikenal sama sekali. Cuman pelakunya dipastikan dari rekaman tuh hampir sama orangnya itulah, cuman yang bawa motornya saja berbeda," jelasnya.
Indra menjelaskan aksi kedua yang terjadi Selasa itu dini hari itu ada dua pelaku berboncengan sepeda motor terlihat sangat tenang dan terencana sebelum mengeksekusi serangan.
"Kurang lebih 10 sampai 15 menit mereka mutar-mutar dulu, duduk lagi, mundur lagi, jalan lagi, baru dieksekusi. Pelat motor nopolnya juga tidak kelihatan di CCTV karena yang belakangnya memang tidak ada pelatnya," ujarnya.
Karyawan swasta ini menjelaskan, pelaku sempat turun untuk meletakkan botol berisi cairan mudah terbakar sebelum situasi benar-benar sepi. Dari empat botol yang dilempar, tiga di antaranya masuk ke area rumah, sementara satu botol memantul dan membakar gerai ruko kebab di depan lokasi.
"Dia sempat duduk dulu taruh (letakan) botol, begitu situasi sepi baru dilempar. Ibu jam 2 lewat mau ke kamar mandi, tidak sengaja lihat jendela ada api. Langsung bangunin yang lain. Belum sempat satu menit api sudah dipadamkan, kalau tidak pasti sudah merambat ke mana-mana," ungkapnya.
Hingga kini, Indra mengaku tidak mengetahui motif serangan tersebut karena merasa tidak memiliki perselisihan dengan pihak manapun.
Kasubdit Penmas Bidhumas Polda Sumsel Kompol Putu Suryawan, mengonfirmasi bahwa personel Polsek Ilir Barat I telah melakukan olah TKP setelah menerima laporan melalui Call Center 110.
"Ditemukan di situ ada kendaraan dan pagar yang bekas terbakar, diduga dilempar menggunakan benda berisi cairan yang mudah terbakar. Dari rekaman CCTV, Polsek sudah melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk kejadian tersebut," jelas Putu.
Pihak kepolisian kini tengah mendalami keterkaitan antara aksi susulan ini dengan kejadian di awal tahun, mengingat ciri-ciri pelaku yang terekam kamera pengawas menunjukkan kemiripan identitas.
Artikel ini ditulis oleh Nadiya, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.
(csb/csb)











































