Jembatan di Ogan Ilir Putus Diterjang Arus, Polisi-Warga Bangun Akses Darurat

Sumatera Selatan

Jembatan di Ogan Ilir Putus Diterjang Arus, Polisi-Warga Bangun Akses Darurat

Irawan - detikSumbagsel
Selasa, 24 Mar 2026 22:20 WIB
Jembatan Desa Muara Kumbang, Kecamatan Kandis putus
Foto: Jembatan Desa Muara Kumbang, Kecamatan Kandis putus (Dok. Istimewa)
Ogan Ilir -

Jembatan penghubung antar kecamatan di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, putus setelah diterjang derasnya arus sungai di momen Lebaran. Polisi dan warga gerak cepat perbaiki menggunakan bambu.

Peristiwa itu terjadi di Desa Muara Kumbang, Kecamatan Kandis, Senin (23/3/2026) pagi. Jembatan yang berada di aliran Sungai Kumbang, anak Sungai Ogan, dilaporkan roboh sekitar pukul 08.00 WIB.

Struktur jembatan berbahan besi dan plat sepanjang kurang lebih 10 meter itu mengalami kerusakan parah, dengan bagian putus sekitar 5 meter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diduga, tingginya debit air sungai menggerus pondasi jembatan hingga menyebabkan longsor dan badan jembatan ambruk.

Kapolsek Rantau Alai AKP Suparna mengatakan pihaknya langsung turun ke lokasi begitu menerima laporan dari warga. Polisi bersama BPBD dan pemerintah kecamatan melakukan pengecekan serta pengamanan di lokasi.

ADVERTISEMENT

"Begitu menerima laporan, kami bersama unsur terkait dan masyarakat langsung turun ke lokasi untuk memastikan kondisi serta mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Keselamatan warga menjadi prioritas utama," katanya kepada wartawan, Selasa (24/3/2026).

Suparna mengungkapkan Jembatan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan Kecamatan Kandis dengan Kecamatan Rantau Alai hingga jalur menuju Kayu Agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Putusnya jembatan berdampak pada mobilitas warga dan aktivitas ekonomi.

"Sebagai langkah darurat, warga bersama aparat bergotong royong membangun jembatan sementara dari bambu agar tetap bisa dilalui, meski dengan keterbatasan," ungkapnya.

Dia juga mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati bagian jembatan yang roboh, berhati-hati saat melintas di jembatan darurat, serta menghindari aktivitas di sekitar sungai saat debit air meningkat.

"Kami juga meminta masyarakat segera melapor jika menemukan potensi bahaya lain di sekitar lokasi," jelasnya.

Kapolsek menambahkan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, warga diminta tetap waspada mengingat kondisi cuaca dan debit air sungai yang masih berpotensi meningkat.

"Kami juga terus berkoordinasi untuk percepatan penanganan dan mencari solusi permanen atas putusnya akses tersebut," tutupnya.



(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads