Mengenal Catur Brata Penyepian, 24 Jam Tanpa Api

Mengenal Catur Brata Penyepian, 24 Jam Tanpa Api

Nadiya - detikSumbagsel
Rabu, 18 Mar 2026 17:21 WIB
Kegiatan ritual jelang Hari Raya Nyepi di Palembang
Foto: Kegiatan ritual jelang Hari Raya Nyepi di Palembang (Dok. Istimewa)
Palembang -

Umat Hindu di Sumatera Selatan akan memasuki masa hening total dalam perayaan Hari Suci Nyepi 2026. Selama 24 jam penuh, mereka akan menjalani Catur Brata Penyepian, sebuah tradisi pengendalian diri yang ketat untuk menyucikan batin dari pengaruh duniawi.

Ketua Pembina PABSS Sumsel, IGB Surya Negara menjelaskan bahwa Catur Brata Penyepian terdiri dari empat pantangan utama yang wajib dijalankan. Pertama adalah Amati Gni, di mana umat dilarang menyalakan api atau cahaya serta dilarang mengobarkan nafsu amarah.

"Kedua adalah Amati Karya atau tidak bekerja, lalu Amati Lelungon yaitu tidak bepergian, serta Amati Lelangon yang berarti tidak menikmati hiburan atau kesenangan duniawi," jelasnya kepada detikSumbagsel, Rabu (18/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelaksanaan puasa dan meditasi selama 24 jam ini dilakukan untuk memberikan ruang bagi jiwa agar melakukan introspeksi diri. Dengan menghentikan aktivitas fisik, umat diharapkan bisa lebih fokus berkomunikasi dengan sang pencipta dan mengevaluasi perbuatan setahun terakhir.

Menurut Surya, nilai keheningan ini sangat penting di tengah dunia yang semakin bising. Nyepi menjadi cara bagi manusia untuk menyeimbangkan kembali hubungan dengan alam sekitarnya yang sering kali terabaikan akibat rutinitas pekerjaan.

ADVERTISEMENT

"Selama Nyepi, alam juga beristirahat. Tidak ada polusi suara maupun udara dari aktivitas manusia. Ini adalah bentuk kontribusi spiritual umat Hindu untuk keseimbangan bumi," tambahnya.

Tradisi ini dilaksanakan dengan penuh disiplin oleh umat Hindu di Sumsel, baik yang tinggal di perkotaan maupun di daerah transmigrasi. Setelah 24 jam dalam keheningan, rangkaian akan ditutup dengan Ngembak Geni, di mana umat mulai bersilaturahmi.

"Melalui nilai kedamaian ini, kita belajar tentang pengendalian diri yang hakiki. Harapannya, setelah Nyepi, setiap individu lahir kembali dengan semangat baru yang lebih harmonis dan bijaksana," tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh Nadiya, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads