Hari Raya Idulfitri selalu menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu, termasuk karena hadirnya Tunjangan Hari Raya (THR) dari perusahaan, dan orang terdekat. Sayangnya, tidak sedikit orang yang justru membiarkan THR habis begitu saja hanya dalam hitungan hari, seolah uang tersebut hanya numpang lewat.
Belanja baju baru, sepatu, hingga gadget terbaru kerap menjadi godaan terbesar yang membuat THR ludes sebelum lebaran usai. Padahal, jika dikelola dengan bijak, THR bisa memberikan manfaat jauh lebih besar, bahkan hingga akhir tahun.
Dilansir dari detikFinance, berikut lima tips mengelola THR Lebaran agar tidak cepat habis:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tips Mengelola THR Lebaran agar Tak Cepat Habis
1. Pahami Nilai dan Manfaat THR
Sebelum menggunakannya, penting untuk memahami bahwa THR bukan sekadar "uang kaget". THR merupakan hak setiap tenaga kerja yang diatur dalam Permenaker Nomor 6 Tahun 2016 dan diberikan sebagai tambahan penghasilan menjelang hari raya.
Dengan memahami nilainya, kamu akan lebih bijak dalam menggunakannya. Dana ini bisa diarahkan untuk tujuan keuangan jangka panjang seperti tabungan pendidikan anak, investasi, liburan, hingga ibadah umrah.
2. Buat Skala Prioritas Sebelum THR Cair
Perencana keuangan dari Tatadana Consulting, Tejasari, menyarankan agar masyarakat menyusun skala prioritas pengeluaran sebelum dana THR diterima. Pisahkan mana kebutuhan yang harus dipenuhi lebih dulu dan mana yang bisa ditunda.
Misalnya, tiket mudik sebaiknya menjadi prioritas utama karena harganya cenderung lebih murah jika dibeli jauh hari. Sementara kebutuhan seperti pakaian baru, parsel, atau oleh-oleh masih bisa disiapkan setelah THR cair.
3. Hindari Pengeluaran Impulsif
Meskipun disebut tunjangan hari raya, bukan berarti THR harus dihabiskan seluruhnya saat Lebaran. Hindari pembelian yang tidak direncanakan atau sekadar ikut-ikutan tren.
Caranya, buat daftar kebutuhan terlebih dahulu dan pisahkan antara kebutuhan dan keinginan. Berkomitmenlah untuk hanya membeli apa yang sudah masuk dalam daftar prioritas.
4. Gunakan Sebagian untuk Melunasi Utang
Salah satu langkah bijak memanfaatkan THR adalah menggunakannya untuk melunasi atau mengurangi utang, seperti cicilan kartu kredit, paylater, pinjaman online, cicilan kendaraan, atau utang pribadi lainnya.
Dengan mengurangi beban utang, penghasilan bulanan yang biasanya tersedot untuk cicilan bisa dialihkan untuk menabung atau berinvestasi di bulan-bulan berikutnya.
5. Sisihkan untuk Tabungan dan Investasi
Jangan biarkan THR habis tanpa sisa. Sisihkan sebagian dana untuk tabungan atau investasi, seperti menambah dana darurat, reksa dana, atau tabungan pendidikan anak.
Dana darurat menjadi salah satu aspek keuangan yang sering diabaikan, padahal sangat penting untuk menghadapi kondisi tak terduga seperti kehilangan pekerjaan atau kebutuhan mendesak.
Contoh Pembagian THR yang Disarankan
Agar pengelolaan lebih terarah, berikut contoh alokasi THR yang bisa dijadikan acuan:
- 40% untuk kebutuhan pokok dan keperluan Lebaran
- 10-30% untuk membayar atau mengurangi utang
- 20% untuk tabungan dan investasi
- 10% untuk zakat dan infak
Pembagian ini tentu bisa disesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing. Paling penting, pastikan THR tidak sepenuhnya habis untuk konsumsi sesaat.
Nah, itu dia beberapa tips mengelola THR agar tidak cepat habis begitu saja, detikers! Ingat, mengelola THR dengan bijak bukan hanya soal memenuhi kebutuhan Lebaran semata, tetapi juga tentang membangun pondasi keuangan yang lebih kuat untuk kedepannya. Lebaran memang saatnya berbagi kebahagiaan bersama orang-orang tersayang, tapi pastikan dompet tetap aman dan kondisi finansial tetap sehat setelah hari raya berlalu. Semoga THR mu awet dan bermanfaat ya detikers!
Artikel ini ditulis oleh Widia Ardhana peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.
(dai/dai)











































